Gubernur Papua Barat Lepas Pengiriman 1,7 Ton Kulit Masohi Mansel ke Surabaya

Published on

MANSEL, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melepas pengiriman perdana 1,7 ton kulit masohi kering asal Manokwari Selatan (Mansel) ke Surabaya, Jawa Timur. Langkah ini menjadi bagian dari program Papua Barat Produktif untuk menggenjot ekonomi masyarakat melalui hasil hutan bukan kayu (HHBK).

“Pengiriman ini bukan sekadar pelepasan komoditas hasil hutan, tetapi menjadi simbol kemajuan pengelolaan HHBK di Papua Barat yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar yang menjanjikan,” ujar Dominggus di Kampung Sabri, Distrik Ransiki, Mansel, Kamis (2/4/2026).

Baca juga:  Malam Ramah-tamah HUT Ke-78 Kemerdekaan RI, Ini Pesan Pj Gubernur Papua Barat

Dominggus menjelaskan kulit masohi kering merupakan komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak kelestarian hutan. Surabaya dipilih sebagai tujuan karena posisinya yang strategis sebagai pusat perdagangan nasional untuk memperluas jaringan pasar.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pengelola hutan, memperluas akses pasar, serta meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Papua Barat Jimmy Walter Susanto menyebut pengiriman ini membuktikan keberhasilan program perhutani sosial di Mansel. Saat ini tercatat sudah ada 15 kelompok perhutani sosial yang telah mengantongi izin resmi dari kementerian terkait.

Baca juga:  Selter JPT Papua Barat Rampung, Dominggus Tegaskan Tak Ada 'Bisikan'

“Salah satunya hutan Desa Yarmatum yang saat ini membuktikan bahwa perhutani sosial mampu menggerakkan ekonomi tapak secara profesional melalui pelepasan kulit masohi,” ungkap Jimmy.

Jimmy menambahkan pengiriman perdana ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kelompok pengelola. Nilai transaksi yang diperoleh masyarakat dari 1,7 ton kulit masohi ini mencapai Rp85 juta.

Baca juga:  Gubernur Papua Barat Tinjau Kesiapan RTP Borarsi Jelang Pembukaan Pesparawi Nasional XIV

“Pelepasan masohi hari ini adalah pintu masuk bagi pengembangan potensi HHBK termasuk pemanfaatan jasa lingkungan pada perhutanan sosial lainnya,” ucapnya.

Seluruh proses pengiriman dipastikan telah memenuhi tahapan legalitas yang lengkap, mulai dari rencana kerja tahunan hingga pembayaran PNBP kepada negara. Pihak dinas juga terus mendorong penguatan kelembagaan agar kelompok pengelola hutan semakin solid dan profesional.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak dengan sinergi yang luar biasa,” pungkas Jimmy. (LP14/red)

Latest articles

Fakfak Juara CCR Remaja Pesparani IV Papua Barat, Kaimana Runner-up

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kontingen Kabupaten Fakfak menjuarai lomba cerdas cermat rohani (CCR) remaja pada Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Papua Barat....

More like this

Fakfak Juara CCR Remaja Pesparani IV Papua Barat, Kaimana Runner-up

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kontingen Kabupaten Fakfak menjuarai lomba cerdas cermat rohani (CCR) remaja...

TPA Arfai Dinilai Tak Lagi Ideal, Senator Papua Barat Dorong Pemda Cari Lokasi Baru

MANOKWARI, Linkpapua.id – Anggota DPD RI perwakilan Papua Barat, Lamek Dowansiba, menyoroti persoalan tata...

BPS Papua Barat Matangkan Indikator Sasaran Visi dan Pembangunan Tahun 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD)...