MANOKWARI, Linkpapua.id— Pengurus Provinsi Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Papua Barat masa bakti 2026-2030 resmi dilantik. Kepengurusan tersebut dipimpin Wendy Adrian Ratag sebagai Ketua Umum.
Wendy mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin IBCA MMA Papua Barat merupakan sebuah tanggung jawab yang akan dijalankan dengan komitmen untuk mengembangkan olahraga bela diri campuran di Papua Barat.
Ia mengaku memiliki ketertarikan terhadap olahraga bela diri, khususnya Mixed Martial Arts (MMA), sehingga dipercaya oleh pengurus untuk memimpin organisasi tersebut.
“Ini merupakan kepercayaan yang diberikan kepada saya. Kami akan berupaya agar MMA Papua Barat bisa hadir di setiap lini,” ujar Wendy usai pelantikan pada Senin (24/8/2026).
Sebagai langkah awal, pengurus IBCA MMA Papua Barat akan melakukan roadshow ke sejumlah kabupaten di Papua Barat untuk memperkenalkan sekaligus mendorong pengembangan olahraga MMA di daerah.
Menurutnya, Papua memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet-atlet bela diri. Bahkan, kemampuan dasar para atlet dinilai sudah memenuhi syarat untuk dikembangkan lebih jauh.

“Potensi atlet di Tanah Papua sangat besar. Secara kemampuan dasar sudah memenuhi syarat, tinggal bagaimana kita meningkatkan teknik dan pembinaannya,” katanya.
Wendy juga menyebutkan adanya agenda event olahraga bela diri pada November mendatang. Selain menjadi ajang pembinaan dan mengukur kemampuan atlet, kegiatan olahraga tersebut diharapkan dapat menjadi sarana promosi daerah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (PP IBCA MMA), Maraden Lumbantoruan, turut memberikan dukungan terhadap kepengurusan baru IBCA MMA Papua Barat.
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengatakan, keberadaan IBCA MMA merupakan bagian dari pembangunan olahraga di Papua Barat. Ia berharap pengalaman dan dedikasi Wendy Adrian Ratag dapat membawa prestasi bagi olahraga di daerah tersebut.
Menurutnya, olahraga bela diri tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan dan mental yang kuat kepada generasi muda.
“Bela diri mengajarkan kedisiplinan dan menjadi wadah pembinaan atlet yang dapat melahirkan generasi muda yang kuat,” ujarnya.
Ia menilai Papua Barat memiliki potensi sumber daya manusia, termasuk di bidang olahraga, yang harus dikelola dan dikembangkan secara baik.
Karena itu, ia mendorong IBCA MMA Papua Barat untuk memperkuat sistem pembinaan yang mampu menjangkau seluruh daerah, meningkatkan kualitas pelatih, wasit dan juri, serta membangun kompetisi yang berlangsung secara berjenjang.
“Potensi yang kita miliki harus dikelola dengan baik. Sistem pembinaan perlu diperkuat, termasuk peningkatan kualitas pelatih, wasit dan juri serta membangun kompetisi secara berjenjang,” pungkasnya.(LP3/Red)
