Ikut Pameran di Rakor Fordasi, BPBD PB Perkenalkan Alat Deteksi Gempa

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat ambil bagian dalam pameran sebagai rangkaian Rakor Fordasi yang akan dibuka, Selasa besok (26/9/2023) di Manokwari. BPBD tampil dengan pameran bertema mitigasi bencana dan lingkungan hidup.

“Tema pameran kita mitigasi bencana dan lingkungan hidup. Tujuan dari pameran tersebut adalah untuk mengekspos hasil-hasil yang telah kita capai. Juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana,” terang Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir, Senin (25/9/2023).

Dijelaskan Derek, pemerintah berusaha terus mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana. Salah satunya lewat ekspose program mitigasi maupun fasilitas kebencanaan yang terus diperbarui.

Baca juga:  PI 10 Persen Tak Kunjung Cair, Gubernur Papua Barat Desak Pemerintah Pusat Percepat Hak Migas Daerah

Derek berharap, lewat pameran Fordasi ini, BPBD akan meninggalkan pesan pesan edukatif kebencanaan kepada publik. Sehingga mitigasi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi turut melibatkan masyarakat secara langsung.

Selain itu, BPBD juga memperkenalkan alat Por Inarisk Portabel. Alat ini dapat memastikan kondisi tempat yang didiami oleh masyarakat itu aman.

“Kemudian ada hal yang menonjol yaitu kami saat ini mempunyai Por Inarisk Portabel yang dapat memastikan masyarakat tidak usah khawatir, karena melalui alat ini kita dapat mengetahui kondisi tempat tinggal kita aman atau tidak,” jelasnya.

Baca juga:  Kaesang Resmi Dukung Yo Join, Surat Diserahkan di Lapangan Badminton

Ia juga menjelaskan bahwa Manokwari dan secara umum Papua Barat termasuk zona rawan gempa bumi dan longsor. Karena itu saat ini akan dipasang alat pendeteksi gempa di Manokwari.

Kata Derek, alat ini diciptakan oleh
para ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Alat ini memiliki kemampuan mendeteksi gempa tiga atau empat hari sebelum terjadi.

Baca juga:  Asah Skill Komunikasi, GBI Manokwari Gelar Pelatihan Public Speaking

“Kemudian hari ini kami akan tampilkan bahwa sudah ada alat yang diketemukan oleh para ahli Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, alat ini sudah kami pasang dan alat ini dapat mendeteksi tiga empat hari sebelum terjadi gempa. Kan kalau dulu kan tidak ada sekarang. Sudah ada,” terangnya.

Terkait penyelamatan lingkungan, Derek mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah di parit.

“Kita harus jaga lingkungan, tidak boleh sembarang membuang plastik. Sebab ini juga bagian dari upaya penyelamatan lingkungan,” pintanya. (LP12/red) 

Latest articles

DPRP Ingatkan Pemekaran DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak Tak Sekadar Aspirasi, 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengingatkan rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pegunungan Meiyakh dan Kabupaten Puncak Arfak tidak...

More like this

DPRP Ingatkan Pemekaran DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak Tak Sekadar Aspirasi, 10 Distrik Harus Disiapkan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengingatkan rencana pembentukan Daerah Otonomi...

Musprov PORDI Papua Barat Jadi Momentum Regenerasi Kepemimpinan, Haryono Calon Tunggal Ketua

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat menggelar Musyawarah...

Papua Barat Kerja Sama Lintas Provinsi Kendalikan Malaria di Perbatasan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memperkuat kerja sama lintas provinsi dengan...