UGM-BPBD Papua Barat Pasang Alat Prediksi Gempa 1-4 Hari sebelum Kejadian

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Tim riset dari Fakultas Teknik Nuklir Fisika Universitas Gajah Mada (UGM) akan memasang alat pendeteksi gempa bumi di tiga wilayah strategis di Papua dan Papua Barat. Langkah ini sebagai upaya menghadapi tingginya volume gempa yang terjadi di daerah tersebut.

Tiga titik yang jadi lokasi penempatan alat ini, yakni Manokwari di Papua Barat serta Timika dan Jayapura di Papua.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat telah berkolaborasi dengan tim UGM dalam merencanakan dan merealisasikan proyek ini.

Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, menjelaskan alat pendeteksi yang akan dipasang di Manokwari akan menjadi aset berharga dalam memprediksi gempa bumi di seluruh wilayah Papua Barat.

Baca juga:  BNN Papua Barat Bongkar Sindikat Narkoba Papua Nugini, Amankan 10 Kg Ganja

“Yang masih dalam pengembangan alat ini adalah di mana lokasi terjadinya gempa. Tetapi, soal datangnya gempa bumi sudah bisa diprediksi,” ujar Derek, Kamis (14/9/2023).

Papua Barat dikenal sebagai wilayah yang rentan terhadap gempa bumi, dengan tingkat volume gempa yang cukup tinggi. Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hampir tiap hari terjadi gempa bumi di wilayah ini.

Selain sebagai langkah mitigasi terhadap risiko gempa, pemasangan alat ini juga merupakan tanggapan positif terhadap harapan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw.

Baca juga:  TAPD dan Banggar DPR Papua Barat Sinkronisasi KUA-PPAS APBD-P 2023

“Dengan adanya alat antisipasi gempa, informasi kepada masyarakat adanya bencana sangat cepat. Kita bisa meminimalisir dampak dan risiko bencana,” papar Derek.

Derek juga mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mengurus langkah administratif sebelum alat nuklir UGM dipasang.

Mereka berencana membuat memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Fakultas Nuklir Fisika UGM guna memastikan kerja sama berkelanjutan antara kedua belah pihak.

“Dalam MoU nanti kita akan mengatur tiga hal. Pertama, peningkatan sumber daya manusia (SDM) pada BPBD provinsi serta kabupaten. Kedua, pendampingan tenaga ahli dari UGM untuk melatih kemampuan teknis yang ada di BPBD provinsi dan kabupaten dalam penggunaan alat. Ketiga, peningkatan sarana dan prasana peningkatan keilmuan di BPBD,” bebernya.

Baca juga:  Kapolri-Mentan Panen Raya Jagung di Bone, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Alat yang akan dipasang di Manokwari memiliki spesifikasi andal. Di antaranya mampu memprediksi terjadinya gempa antara 1 hingga 4 hari sebelum kejadian. Meski, secara khsusus belum bisa memprediksi koordinatnya.

Alat ini juga mendeteksi gempa skala richter (SR) lima ke atas yang mempunyai dampak kerusakan sedang hingga tinggi. Kemampuan deteksi alat ini menjangkau seluruh wilayah Papua Barat. (LP1/red) 

Latest articles

‎BPJS Kesehatan: Rp5,1 Triliun Dana Bantuan JKN Terpakai Bayar Klaim

0
JAKARTA, LinkPapua.id - BPJS Kesehatan telah menggunakan Rp5,1 triliun dari dana bantuan pemerintah sebesar Rp10 triliun untuk membayar klaim fasilitas kesehatan dalam program Jaminan...

More like this

‎JMSI Papua Barat Beri Mandat Pembentukan Pengurus Cabang di Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Papua Barat memberi mandat...

Kurang dari 24 Jam, Polresta Manokwari Amankan Terduga Pelaku Penikaman di Amban

MANOKWARI, Linkpapua.id- Polresta Manokwari melalui tim URC Satreskrim Polresta Manokwari berhasil mengungkap kasus tindak...

Polresta Manokwari Perkuat Keselamatan Berlalu Lintas Lewat Operasi Patuh Mansinam 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id- Polresta Manokwari menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Mansinam 2026 di Mapolresta...