Inflasi Papua Barat dan Papua Barat Daya Kompak Naik di Oktober 2025

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua provinsi di tanah Papua kembali mencatat inflasi pada Oktober 2025. Papua Barat mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,42 persen, sementara Papua Barat Daya sebesar 1,36 persen.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran,” tulis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan resminya, Senin (3/11/2025).

BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Papua Barat sebesar 108,30 dan Papua Barat Daya sebesar 106,95. Hampir semua kelompok pengeluaran di dua provinsi itu mengalami kenaikan harga sepanjang Oktober.

Baca juga:  Pemerintah Dominasi Hunian Kamar Hotel di Papua Barat

Di Papua Barat, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi sebesar 5,97 persen. Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 5,91 persen, serta restoran sebesar 4,13 persen.

Kelompok pendidikan naik 2,80 persen, diikuti perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,87 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau 1,55 persen. Sementara kelompok transportasi turun 1,49 persen dan perlengkapan rumah tangga turun 2,19 persen.

Baca juga:  HUT BNPB di Papua Barat, Derek Ampnir Serukan Makin Tangguh Kesiapsiagaan Bencana

Sementara di Papua Barat Daya, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sorong sebesar 2,18 persen, sedangkan inflasi terendah di Kota Sorong sebesar 1,01 persen. Kenaikan harga terbesar terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,63 persen.

Penyumbang inflasi lainnya di Papua Barat Daya yakni kelompok restoran 2,85 persen, kesehatan 2,36 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau 1,89 persen. Adapun kelompok transportasi dan pakaian mengalami penurunan indeks masing-masing 0,28 persen dan 0,61 persen.

Baca juga:  Yasman Tegaskan Kahar Refideso Bukan Lagi Kader PPP: Sudah Dipecat! 

Papua Barat mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,19 persen dan inflasi year to date (y-to-d) 0,33 persen. Sedangkan Papua Barat Daya mencatat deflasi m-to-m 0,08 persen dan inflasi y-to-d 1,52 persen.

Kenaikan harga kebutuhan rumah tangga dan jasa pribadi menjadi faktor dominan pendorong inflasi di dua provinsi itu. BPS mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap gejolak harga di sektor-sektor konsumsi rumah tangga. (*/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Lewat Duta Muda EduTour, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN di Kalangan Pelajar

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari memperkuat literasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...

PI 10 Persen Tak Kunjung Cair, Gubernur Papua Barat Desak Pemerintah Pusat Percepat Hak Migas Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendesak pemerintah pusat mempercepat realisasi participating...

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti Perubahan APBD

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah...