Jelang Musorprov KONI Papua Barat 2026, Lamek Dowansiba: Jangan Cuma Ganti Pengurus!

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Senator asal Papua Barat Lamek Dowansiba mendesak adanya perombakan total dalam sistem kerja KONI Papua Barat menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) 2026. Dia menilai organisasi olahraga tertinggi di daerah tersebut membutuhkan sentuhan manajemen modern untuk mendongkrak prestasi atlet yang selama ini stagnan.

“Kalau Musorprov hanya menjadi pergantian kepengurusan tanpa perubahan cara kerja, maka kita akan terus berada di titik yang sama,” ujar Lamek kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).

Lamek menegaskan pola pembinaan konvensional yang selama ini diterapkan sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan dunia olahraga saat ini. Menurutnya, kegagalan dalam meningkatkan prestasi secara signifikan berakar pada pelayanan organisasi yang belum maksimal dan kepemimpinan yang kurang inovatif.

Baca juga:  KONI Pusat Tunjuk Jajaran Karteker KONI Papua Barat 2022-2026

“Kita harus jujur, pola lama belum mampu menjawab tantangan olahraga modern. Saat ini olahraga berbasis data, sport science, dan manajemen profesional. Kalau masih bekerja dengan cara lama, hasilnya juga akan sama,” tegasnya.

Kurangnya perhatian terhadap pembinaan atlet usia muda juga menjadi sorotan tajam anggota DPD RI tersebut. Dia menyayangkan banyaknya talenta potensial di berbagai daerah yang belum terjamah sistem pembinaan terstruktur dan berkelanjutan.

“KONI ke depan membutuhkan pemimpin yang mendedikasikan diri secara total, mampu memberikan pelayanan maksimal, dan mengelola organisasi secara terukur. Bukan hanya hadir saat event, tetapi bekerja membangun proses,” ungkap Lamek.

Baca juga:  Filep Wamafma: Otsus Hanya Dinikmati Segelintir Orang di Papua

Kebutuhan akan figur pemimpin yang memahami dinamika atlet masa kini dan berani melakukan inovasi dinilai sebagai hal yang mendesak. Sosok tersebut diharapkan mampu merangkul seluruh cabang olahraga serta membuka ruang lebih luas bagi bibit-bibit muda berprestasi.

“Kita butuh sosok yang terbiasa bekerja dengan target, sistem, dan hasil. Mampu merangkul cabang olahraga, membuka ruang bagi atlet muda, dan membawa semangat baru,” tambahnya.

Lamek pun mengingatkan para pemilik suara agar tidak terjebak pada pilihan yang didasari kedekatan emosional semata. Momentum Musorprov harus dijadikan ajang untuk memilih nakhoda yang benar-benar profesional dan memiliki visi perubahan yang jelas.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Tanggung Jamsostek 30 Ribu Pekerja Rentan Tahun Ini

“Jangan memilih berdasarkan kebiasaan. Pilih berdasarkan kebutuhan. Hari ini kita butuh pelayanan, perubahan, profesionalisme, dan keberanian membangun masa depan,” terangnya.

Menutup pernyataannya, Lamek menekankan regenerasi kepemimpinan adalah sebuah keharusan demi masa depan olahraga Papua Barat. Dia optimistis kehadiran energi baru dari generasi muda dapat membawa organisasi keluar dari pola kerja lama.

“KONI Papua Barat tidak kekurangan orang berpengalaman, tetapi saat ini kita membutuhkan energi baru, cara kerja baru, pelayanan maksimal, dan keberanian untuk berubah. Arah itu sedang mengarah pada generasi muda,” pungkasnya. (LP14/red)

Latest articles

Eks Wabup Manokwari Edi Budoyo Dimakamkan di Taman Makam Bahagia

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Eks Wakil Bupati (Wabup) Manokwari Edi Budoyo dimakamkan di Taman Makam Bahagia, kawasan Taman Makam Pahlawan Manokwari, Papua Barat. Prosesi pemakaman...

More like this

Wagub Papua Barat: Edi Budoyo Dedikasikan Hidup untuk Pembangunan Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani mengenang mantan Wakil Bupati...

Akses Informasi BLUD Belum Merata, Papua Barat Dorong Pembinaan Digital

MANOKWARI, LinkPapua.id – Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Barat mendorong pembinaan Badan...

Pemprov Papua Barat Gandeng Kejati Cegah Persoalan Hukum, Gubernur Singgung Sengketa Lahan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat...