Kantor Distrik Meyado Disegel Warga, Aktivitas Pelayanan Lumpuh

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Puluhan warga berunjuk rasa dan menyegel Kantor Distrik Meyado, Teluk Bintuni, Senin (24/1/2022). Penyegelan ini menyebabkan pelayanan pemerintahan lumpuh.

Aksi ini adalah buntut dari tuntutan warga yang belum dipenuhi pemerintah setempat. Warga menuntut Kepala Distrik Meyado agar tidak sering bolos kerja. Mereka juga mendesak agar dibuka secara transparan salinan Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) distrik.

“Kami meminta (menuntut) agar Kepala Distrik segera memberikan pertanggungjawaban atas anggaran selama 10 tahun. Kami juga meminta kepada pemerintah untuk membayar tanah adat lokasi kantor Distrik Meyado yang masih tersisa Rp100 juta,” terang warga.

Baca juga:  Lakalantas Mobil Vs Motor di Depan Kampus Unipa, Polisi Kejar Sopir Kabur

Warga mengancam jika 4 tuntutan itu tak segera dipenuhi, mereka tidak akan membuka segel.

Sementara itu, Kepala Distrik (Kadistrik) Meyado Itti Mangiri ketika dihubungi oleh mengatakan sudah dapat informasi soal penyegelan itu. Menurutnya, aksi ini dimotori oleh salah satu ASN di Distrik Meyado.

“Saya baru teleponan dengan dia. Pemalangan itu dilakukan salah satu pegawai (kepala seksi) di kantor Distrik Meyado. Dia keberatan karena katanya dia tanya sepeda motor ke bendahara tapi bendahara ngomongnya kasar. Akhirnya dia palang kantor,” terang Kadistrik.

Awal persoalan menurut Itti Mangiri, kepala seksi itu meminta jatah sepeda motor dinas. Karena cuma satu maka tidak diberikan.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Susun Kurikulum Noken Papua Jadi Mata Pelajaran Daerah

“Kemarin kita memang mau rencanakan pengadaan dua unit tapi satu dipotong untuk biaya Covid-19. Satu unit motor itu digunakan untuk pelayanan umum di kantor. Itu yang dia mau. Sementara motor dinas sudah ada untuk dia,” jelasnya.

Kata Kadistrik, seorang pegawai tidak boleh memiliki dua kendaraan dinas. Sepeda motor yang dia inginkan itu sudah dibawa naik ke Meyado oleh salah satu kepala seksi.

“Nanti baru kita rapatkan motor KLX itu mau digunakan untuk apa? Sekarang sudah diamankan di sana,” kata Mangiri.

Disinggung soal beberapa point tuntutan warga, Kepala Distrik memberikan bantahan.

Baca juga:  Buntut Penyegelan Kantor Distrik Meyado, Warga Desak Bupati Copot Kadistrik

“Kalau dibilang saya tidak pernah naik (masuk kantor), kemarin saya baru turun. Soal keterbukaan anggaran, saya sangat terbuka,” akunya.

Adapun soal lahan, diakuinya baru 50 persen yang terbayar. Sisanya akan menyusul.

“Baru Rp100 juta yang dibayar. Sisanya masih menggantung. Itu kemarin sudah dianggarkan di dinas pertanahan, tetapi sampai hari ini kita tidak tahu prosesnya sudah sampai di mana? Kita tidak tahu apakah anggaran itu sudah digunakan untuk kegiatan lain. Itu juga yang mau saya cek ke dinas pertanahan,” ucap Mangiri. (LP5/Red)

Latest articles

Yohanis Manibuy: Generasi Muda Papua Harus Kuasai Teknologi dan Tetap Beriman

0
TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengajak generasi muda Papua untuk menjadi pribadi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan iman.Ajakan itu disampaikan...

More like this

Yohanis Manibuy: Generasi Muda Papua Harus Kuasai Teknologi dan Tetap Beriman

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengajak generasi muda Papua untuk menjadi pribadi...

Hidupkan Gairah Voli, Komunitas Mnukwar Gelar Turnamen di Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.id-Komunitas Volly Ball Mnukwar dijadwalkan menggelar turnamen bola voli yang akan mempertemukan berbagai...

Kantah Kaimana Rampungkan Program PTSL Untuk 125 Bidang Tanah Warga di Kampung Sisir

KAIMANA, Linkpapua.id– Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Kaimana telah menyelesaikan tahapan pelaksanaan program Pendaftaran Tanah...