Kemendagri: DPRK Jalur Pengangkatan OAP Harus Jawab Persoalan Rakyat Papua

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan kehadiran anggota DPRK jalur pengangkatan di Papua bukan sekadar simbol politik. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menjawab persoalan mendasar masyarakat, mulai dari sektor pendidikan hingga kesehatan di tingkat kampung.

“Anggota DPRK mekanisme pengangkatan idealnya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat orang asli Papua (OAP) serta memastikan kebijakan dan anggaran benar-benar berorientasi pada peningkatan sumber daya manusia orang asli Papua,” ujar Sekretaris Ditjen Otda Kemendagri, Indra Gunawan, di Manokwari, Kamis (26/2/2026).

Baca juga:  Kemendagri, KPK, dan BPKP Berkolaborasi Percepat Satu Data Indonesia

Indra menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan peningkatan kapasitas anggota DPRK dari tujuh kabupaten di Papua Barat. Menurutnya, skema afirmasi ini bertujuan agar OAP menjadi aktor utama dalam merumuskan kebijakan publik.

“Keberadaan anggota DPRP/DPRK yang diangkat dari unsur orang asli Papua adalah bagian dari kebijakan afirmatif dan wujud pengakuan negara atas kekhususan serta mekanisme adat yang majemuk di tanah Papua,” katanya.

Pembentukan jalur pengangkatan ini dilatarbelakangi oleh minimnya keterwakilan OAP di parlemen pada periode sebelumnya yang hanya mencapai 20 hingga 40 persen di beberapa daerah. Kini, jumlah anggota yang diangkat ditetapkan sebanyak seperempat dari total anggota hasil pemilu.

Baca juga:  Wamendagri Ribka Haluk Dorong PLBN Papua Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

“Semakin tinggi derajat distribusi kekuasaan, maka semakin besar peluang demokrasi berkembang. Skema afirmasi ini menjadi bagian dari distribusi kekuasaan tersebut,” ucapnya.

Indra mengingatkan bahwa para anggota dewan jalur pengangkatan ini memiliki tugas pokok dan fungsi yang setara dengan anggota hasil pemilu. Mereka wajib mengawal regulasi dan anggaran agar benar-benar berpihak pada aspek proteksi serta pemberdayaan masyarakat adat.

Baca juga:  Tutup Latihan Kemampuan Bintara Remaja Satbrimob, Jhonny Isir Pesan Tekankan Profesionalisme

Kebijakan afirmasi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata pada pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Papua Barat. Integritas dan komitmen para wakil rakyat tersebut kini menjadi penentu efektivitas implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus.

Melalui penguatan kapasitas ini, pemerintah fokus membekali anggota dewan terkait akuntabilitas anggaran hingga sinkronisasi dengan Badan Pengarah Papua. Publik kini menanti langkah konkret mereka dalam mengatasi ketimpangan kesejahteraan di Bumi Cenderawasih. (LP14/red)

Latest articles

Lewat Rekomendasi LKPJ Bupati Tahun 2025, DPRK Manokwari Soroti Sejumlah Aspek

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Manokwari Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna...

More like this

Baleg DPR RI Serap Aspirasi di Papua Percepat Pembahasan RUU Masyarakat Adat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat...

Sekjen DAP Wilayah III Doberai Usulkan Penguatan Hak Masyarakat Adat di RUU Masyarakat Adat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberai Zakarias...

Rektor Unipa Dorong RUU Masyarakat Adat Akomodasi Kekhasan Papua

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rektor Universitas Papua (Unipa) Prof Hugo Warami meminta Badan Legislasi DPR...