26.7 C
Manokwari
Selasa, Februari 10, 2026
26.7 C
Manokwari
More

    Kementan Siapkan Rp 1,49 T Pulihkan Pertanian Sumatra Pascabencana, Ajukan Tambahan Rp 5,1 T

    Published on

    JAKARTA, LinkPapua.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan total anggaran Rp 6,59 triliun untuk memulihkan sektor pertanian di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pascabencana hidrometeorologi. Dana tersebut terdiri atas alokasi APBN 2026 sebesar Rp 1,49 triliun serta usulan tambahan anggaran senilai Rp 5,1 triliun guna mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.

    “Kementerian Pertanian berupaya membantu memulihkan sektor pertanian di ketiga provinsi terdampak pasca bencana, baik dengan mengoptimalkan anggaran APBN 2026 yang tersedia maupun dengan mengusulkan anggaran tambahan apabila memungkinkan,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (14/1/2026).

    Mentan Amran merinci bantuan tersebut akan mencakup penyediaan benih, pupuk, alat mesin pertanian, hingga rehabilitasi lahan irigasi. Langkah cepat ini diambil mengingat luas sawah yang terdampak di tiga provinsi tersebut telah mencapai 107.324 hektare.

    Baca juga:  Tanam Padi di Manokwari, Mentan SYL: Pertanian Mesti Jadi Bantalan Ekonomi

    “Alokasi anggaran APBN Kementerian Pertanian 2026 yang siap digulirkan untuk pemulihan pasca bencana mencapai Rp 1,49 triliun, yang terdiri dari rehabilitasi lahan sawah ringan, sedang, dan irigasi sebesar Rp 736,21 miliar, bantuan benih tanaman pangan Rp 68,6 miliar, rehab kawasan perkebunan Rp 50,46 miliar, serta penyediaan alsintan, pupuk, pupuk, pestisida Rp 641,25 miliar,” sebut Mentan Amran.

    Sinergi lintas kementerian juga diperlukan untuk menangani lahan sawah yang mengalami kerusakan kategori berat. Kementan berencana menggandeng Kementerian ATR/BPN serta Kementerian PUPR guna memperbaiki jaringan irigasi dan penataan ruang lahan yang terdampak banjir.

    “Kebutuhan ini berasal dari pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang harus dilakukan secara menyeluruh di seluruh lokasi terdampak. Di sisi lain, program prioritas untuk menjaga pertanian berkelanjutan tetap harus berjalan,” kata Mentan Amran.

    Baca juga:  Presiden Jokowi Setujui Bentuk Inpres Air Minum, Prioritaskan Daerah Rawan Stunting

    Kementan mencatat sebanyak 44,6 ribu hektare lahan padi dan jagung mengalami puso atau gagal panen akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Selain lahan pangan, puluhan ribu hektare perkebunan rakyat seperti kopi dan kakao serta ratusan ribu ternak juga dilaporkan hilang atau mati.

    “Pada kesempatan ini kami memohon dukungan pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI untuk mendukung alokasi tambahan anggaran dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,” tuturnya.

    Hingga saat ini, donasi kemanusiaan dari lingkup internal Kementan dan Badan Pangan Peduli telah terkumpul sebanyak Rp 75 miliar. Bantuan darurat tersebut telah dikirimkan secara bertahap menggunakan armada TNI dan Polri ke titik-titik lokasi bencana.

    Baca juga:  Pilpres 2024, Ganjar-Amran Cermin Representasi Barat dan Timur Indonesia

    “Bantuan tersebut telah kami kirimkan dalam tiga tahap bekerja sama dengan TNI AL, TNI AU, TNI AD, serta Polri,” ungkapnya.

    Data kerusakan infrastruktur pertanian seperti balai penyuluhan dan jalan produksi terus diperbarui oleh tim di lapangan secara dinamis. Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi intensif agar penyaluran bantuan benih dan alsintan dapat segera menyentuh petani yang membutuhkan.

    “Tentu data dampak bencana ini bersifat dinamis dan terus kami perbarui setiap hari melalui koordinasi intensif antara unit eselon I Kementerian Pertanian dan dinas pertanian di daerah terdampak,” pungkas Mentan Amran. (*/red)

    Latest articles

    Buka Manasik Haji Terintegrasi Digelar, Wabup Mugiyono Doakan Raih Haji Mabrur

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama Kementerian Haji dan Umrah menyelenggarakan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun 1447 Hijriah/2025 Masehi bagi jemaah calon haji...

    More like this

    87 Ribu Ajukan Reaktivasi Usai 13,5 Juta PBI JKN Nonaktif

    JAKARTA, LinkPapua.id - Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sebanyak 87.591 peserta telah mengajukan reaktivasi setelah...

    Komisi II DPR RI Bahas Peluang Daerah Kelola Kawasan Perbatasan di Papua

    MERAUKE, LinkPapua.id - Komisi II DPR RI tengah mendiskusikan pemberian kewenangan lebih besar bagi...

    Penyesuaian Data PBI JK, BPJS Imbau Cek Status JKN

    JAKARTA, LinkPapua.id - BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan JKN menyusul...