Legislator DPR RI-BPH Migas Sidak SPBU di Manokwari Telusuri Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi XII DPR RI Dapil Papua Barat, Alfons Manibui dan Cheroline Chrisye Makalew, bersama BPH Migas menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Manokwari menelusuri dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi. Langkah ini merespons keresahan masyarakat terkait aktivitas penjualan bahan bakar yang tidak sesuai peruntukan di wilayah Papua Barat.

Alfons dan Cheroline mengawali sidak dengan mendatangi SPBU Nomor 84.983.02 milik PT Agung Irian Permai di Jalan Drs Esau Sesa, Minggu (26/4/2026). Mereka mencecar pengelola SPBU mengenai jam operasional dan kemungkinan adanya transaksi gelap sebelum pelayanan umum resmi buka.

Baca juga:  Wakil Bupati Manokwari Dampingi Bupati Safari Ramadhan ke Ponpes Darussalam

“Apakah pagi sebelum membuka pelayanan umum? Ada aktivitas penjualan khusus? Karena di medsos ini lagi rame (dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi),” tanya Alfons ke pengelola SPBU.

Manajer SPBU Iksan membantah tudingan adanya penjualan khusus pada waktu subuh di lokasi tersebut. Dia menjelaskan operasional nosel sebelum jam buka pelayanan hanya bertujuan untuk mengukur takaran alat.

“Jadi itu bukan penjualan,” tegas Iksan memberikan jawaban.

Rombongan kemudian meninjau ruang monitor CCTV untuk melihat rekaman kendaraan yang mengisi bahan bakar. Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto langsung memberikan kritik setelah melihat kualitas visual kamera pengawas yang buruk.

Baca juga:  Tergusur Proyek Runway Bandara, Pemkab Manokwari Siap Bangun RPH Baru

“Resolusi gambarnya dibenahi lagi, agar lebih jelas visualnya,” pinta pria yang akrab dengan sapaan Baher tersebut kepada pengelola.

Tim juga memeriksa gudang penyimpanan tabung LPG mengantisipasi praktik penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga pasar. Setelah itu, rombongan bergerak menuju SPBU Nomor 83.983.02 milik PT Irman Jaya Martabe untuk melakukan pemeriksaan serupa.

Sales Area Manager Papua Barat PT Pertamina Patra Niaga Arif Khakim mengungkapkan adanya modus pemalsuan identitas kendaraan guna mendapatkan akses BBM subsidi. Oknum warga menggunakan plat nomor palsu demi mendapatkan barcode pendaftaran ke sistem Pertamina.

Baca juga:  Menkum Lantik Sahata Situngkir Jadi Kakanwil Kemenkum Papua Barat

“Kami pernah mendapati itu,” ungkap Arif saat menjelaskan kendala teknis dalam pengawasan barcode di lapangan.

Alfons menutup rangkaian inspeksi dengan memberikan peringatan kepada seluruh pengelola SPBU di Manokwari. Dia meminta pengusaha tidak melayani penjualan BBM subsidi untuk kepentingan sektor industri.

“Jangan ada penjualan BBM subsidi untuk kebutuhan industri. Karena yang kami dengar, banyak praktik seperti itu,” tandas Alfons. (*/red)

Latest articles

Bupati Yohanis Tinjau Aset BP Tangguh, Babo Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi...

0
TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengharapkan Distrik Babo sebagai pintu masuk Teluk Bintuni, dan distrik tertua ke depan akan ditata menjadi wilayah...

Akhirnya! Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Publik

More like this

Sertijab Pejabat Eselon II Pemprov Papua Barat, Ali Baham Tekankan Kesinambungan Kerja

MANOKWARI, LinkPapua.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere menekankan kesinambungan kerja...

Bupati Manokwari Pimpin Belanja Massal di Pasar Wosi Sambut HUT ke-128 Manokwari ‎

‎MANOKWARI, Linkpapua.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menggelar aksi sosial Gerakan Belanja Massal di Pasar...

Pemprov Papua Barat Dukung Pelaksanaan Konferensi Sinode XII, 2.000 Peserta Bakal Hadir

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Konferensi Sinode...