TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Papua (Unipa) Kelompok 29 menyalurkan 300 bibit pohon kepada warga Kampung Yop Meos, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Bantuan itu merupakan dukungan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (BPDAS Remu) Ransiki untuk mendukung penghijauan dan ketahanan pangan masyarakat.
“Bibit ini akan dibagikan secara bertahap agar dapat ditanam di pekarangan rumah maupun kebun milik warga. Harapannya tanaman ini dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memiliki nilai ekonomi di masa mendatang,” ujar Koordinator KKN Unipa Kelompok 29 Fajar Alfitrawan, Rabu (1/7/2026).
Bibit yang disalurkan terdiri atas lima jenis tanaman, yakni sukun, ketapang, pinang, pucuk merah, dan nangka. Bibit tersebut diangkut mahasiswa KKN dari Manokwari menuju Kampung Yop Meos menggunakan kapal Pelni sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Selain dibagikan kepada warga, mahasiswa KKN juga melakukan penanaman di sejumlah lokasi strategis. Penanaman dilakukan di kawasan Tugu Selamat Datang, halaman sekolah dasar, dan pekarangan gereja untuk mendukung penghijauan kampung.
Fajar mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa yang berfokus pada penghijauan, penguatan sektor pertanian, serta mendukung ketahanan pangan masyarakat. Program itu diharapkan mampu memberi manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi warga.
“Warga berharap program serupa dapat terus dilaksanakan karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kampung, khususnya dalam mendukung sektor pertanian, penghijauan, dan pelestarian lingkungan,” ucapnya.
Masyarakat Kampung Yop Meos menyambut baik program tersebut. Warga juga mengapresiasi BPDAS Remu Ransiki yang memberikan bantuan bibit serta mahasiswa KKN Unipa yang mengantarkan bantuan hingga ke wilayah kepulauan.
Penyaluran bibit pohon menjadi salah satu rangkaian program KKN Unipa di Kampung Yop Meos. Program tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi sumber daya alam dan pelestarian lingkungan. (LP14/red)









