Melihat Kemeriahan Grebek Syawal di Teluk Bintuni

Published on

BINTUNI, linkpapua.com- Indonesia memiliki keragaman budaya dan tradisi. Tradisi ini bertahan turun temurun hingga kini.

Salah satu tradisi biasanya dilakukan ketika Hari Raya Idul Fitri tiba yaitu Grebeg Syawal. Umumnya, tradisi dari kraton Yogya ini digelar dan menjadi bagian dari sedekah rakyat.

Tradisi serupa dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Yakni Grebeg Syawal, Grebeg Besar dan Grebeg Mulud.

Dikutip dari laman Keraton Yogyakarta, Grebeg Mulud digelar setiap 12 Rabiul Awal (Mulud) memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Grebeg Syawal biasa digelar pada 1 Syawal untuk menandai berakhirnya bulan puasa, sedangkan Grebeg Besar tepatnya tanggal 10 Dzulhijah (Besar) biasanya diperingati pada momentum Hari Raya Idul Adha.

Baca juga:  Kantor Imigrasi Manokwari Sosialisasi Eazy Passport dan "Jajan Papeda" di Teluk Bintuni

Kali ini Grebeg Syawal dilakukan oleh seluruh masyarakat asli Jawa yang berada di Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat. Hajatan kali ini digandengkan dengan perayaan HUT ke-10 Pakuwojo di daerah itu.

Kegiatan budaya tersebut dirangkaikan dengan kirab gunungan hasil bumi yang dilepas oleh Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw dari gelanggang Argosigemerai SP 5 sampai di area Pendopo Pakuwojo Bintuni, Selasa (10/5/2022).

Baca juga:  Bikers Day Presisi 2022, Hermus Harap tak Ada Lagi Ugal-ugalan di Jalan

“Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, ya saya dan keluarga juga menyampaikan mohon maaf lahir batin untuk kita semua,” ungkap Kasihiw saat melepas rombongan kirab gunungan.

Petrus Kasihiw juga mengajak warga masyarakat Tanah Sisar Matiti untuk tetap menjaga tali persaudaraan persatuan dan kesatuan dengan beragam keyakinan, suku, ras, budaya. Kata dia, keragaman ini merupakan anugerah dari Tuhan.

Baca juga:  Sumbang 4 Ekor Sapi Kurban di Teluk Bintuni, Anisto Manibuy: Semoga Bermanfaat dan Berkah

“Di mana bumi dipijak di situ langit kita junjung,” pungkasnya.

Dari pantauan media ini terlihat sejumlah gunungan dari beragam kuliner khas Jawa dipikul dan dikirab menggunakan kayu. Kegiatan budaya ini juga dimeriahkan kesenian adat suku Jawa, seperti reog, kuda lumping, dan Persaudaraan Setia Hati Terate menuju area Pendopo Pakuwojo jalan raya Awarepi, Teluk Bintuni. (LP5/red)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat...

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan Tertib Berlalu Lintas

MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas...

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi...