Nataniel Mandacan Tuai Dukungan Jadi Pj Gubernur PBD

Published on

SORONG, LinkPapua.com – Nataniel D. Mandacan menuai dukungan menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Daya (PBD). Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat ini dinilai sebagai figur tepat untuk mengawali kepemimpinan di PBD.

Dukungan ini disuarakan kelompok masyarakat Sorong Raya di tengah penggodokan calon Pj Gubernur PBD yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Dalam waktu dekat tim pemerintah pusat akan menunjuk Pj Gubernur PBD.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat sendiri telah memberi resume ke pemerintah agar menunjuk Pj Gubernur PBD dari kalangan orang asli Papua (OAP). DPR mengingatkan penunjukan OAP adalah amanat Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus).

Baca juga:  Kepala Suku Besar Arfak: Wilayah Ulayat Arfak Bukan untuk Dipecah Sesuka Hati

Nataniel dipandang sebagai figur ideal. Ia memiliki segudang pengalaman birokrasi.

Nataniel lahir di Manokwari 11 November 1962. Ia mengenyam pendidikan di Papua. Ia juga menghabiskan karier birokrasinya di Papua.

“Sehingga beliau paham betul bagaimana kultur pemerintahan di Papua. Pengalamannya sebagai Sekda Papua Barat juga akan sangat membantu menjalankan roda pemerintahan baru di PBD,” ujar Daniel Sagisolo, seorang warga Sorong Raya yang tinggal di Manokwari.

Baca juga:  Pj Gubernur PBD Mesti OAP, Waterpauw: Setuju, tapi Itu Prasyarat

Dari sisi akademik, Nataniel tak lagi diragukan. Ia merupakan lulusan Universitas Cenderawasih, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Pada 2008 ia mengepalai Kantor Regional IX Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jayapura. Ia sempat mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 2010. Gagal di pilkada, kemudian ia dilantik menjadi Sekda Papua Barat pada 2014.

“Ia dilantik jadi sekda tentu karena pendekatan kompetensi beliau,” tambahnya.

Baca juga:  Mutasi Polda Papua Barat, 1 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Berganti Jabatan

Terbukti, Nataniel mendapat perpanjangan jabatan sebagai sekda di era gubernur berikutnya hingga ia memasuki masa pensiun pada November 2022. Saat ini Nataniel diangkat sebagai pejabat fungsional.

Nataniel praktis menjabat sekda selama delapan tahun. Perpanjangan jabatan sekda ia dapatkan karena pemikiran dan dedikasinya yang masih sangat dibutuhkan waktu itu.

Terbukti, selama kariernya sebagai sekda, Nataniel banyak meletakkan dasar dasar pengelolaan pemerintahan. Ia juga dianggap sukses membangun pondasi reformasi birokrasi di Papua Barat. (LP2/Red)

Latest articles

‎Pemprov Papua Barat Salurkan 80 Mesin Jahit-8 Antropometri Kit, Dorong Ekonomi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyalurkan 80 mesin jahit kepada masyarakat dan ibu-ibu PKK di empat kabupaten. Pemprov juga menyerahkan 8...

More like this

‎Pemprov Papua Barat Salurkan 80 Mesin Jahit-8 Antropometri Kit, Dorong Ekonomi Produktif di Kampung

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyalurkan 80 mesin jahit kepada masyarakat...

Gubernur Papua Barat Serahkan APBD-P 2026: Belanja Naik 11,38%, SiLPA Melonjak Jadi Rp237,3 M

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan rancangan perubahan KUA-PPAS) APBD Papua...

APBD Perubahan Papua Barat 2026 Dikebut, Sekda Ali Baham: Serapan Tak Harus 100 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mempercepat pembahasan APBD Perubahan 2026 agar...