MANOKWARI, LinkPapua.id – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw 1447 H di Manokwari, Papua Barat, diwarnai peringatan terkait darurat judi online. Fenomena judi online dinilai telah menjadi ancaman nyata yang merusak moral dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
“Beberapa waktu lalu terjadi kasus judi online yang memakan korban jiwa. Ini bukan sekadar isu moral, tetapi persoalan serius yang mengancam masa depan anak-anak kita,” ujar Ustaz HKhumaedi dalam tausiahnya di Masjid Nurul Qolbi, Amban Permai, Minggu (25/1/2026) malam.
Ustaz Khumaedi menegaskan dampak buruk perjudian digital ini sudah masuk ke level yang sangat mengkhawatirkan. Selain merusak finansial keluarga, praktik ini juga memicu gangguan kesehatan mental hingga kehilangan nyawa.
“Orang tua tidak boleh lengah. Pengawasan dan komunikasi dengan anak harus diperkuat agar mereka tidak terjerumus dalam praktik judi online,” tuturnya.
Menurutnya, akses internet yang sangat mudah tanpa pengawasan ketat menjadi pintu masuk utama bagi remaja di Manokwari. Dia meminta para orang tua agar lebih proaktif memantau aktivitas gawai anak-anak mereka setiap saat.
Peringatan Isra Mikraj ini pun menjadi momentum bagi jemaah untuk merefleksikan kembali kualitas ibadah salat mereka. Salat diharapkan menjadi benteng spiritual utama dalam menangkal berbagai penyakit sosial, termasuk godaan judi online.
“Masjid harus menjadi ruang edukasi dan penguatan moral umat,” kata takmir Masjid Nurul Qolbi, Heru Joko Budirianto.
Heru menegaskan masjid memiliki peran strategis untuk menjawab persoalan sosial yang tengah berkembang di masyarakat. Pihaknya ingin setiap kegiatan keagamaan memberikan dampak nyata bagi pembinaan karakter umat.
Kegiatan yang berlangsung di Amban Permai ini diikuti jameah dan tamu undangan dengan khidmat. Acara juga dimeriahkan penampilan grup rebana sebagai bagian dari syiar Islam di Manokwari. (LP14/red)
