Pidar: Pj Gubernur PB Sibuk Rotasi Pejabat, Nasib 771 CPNS Dilupakan

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com – Jackson S Kapisa, Ketua Organisasi Masyarakat Pemuda Rakyat Papua Barat (Pidar) menilai, penjabat Gubernur Paulus Waterpauw telah gagal memperjuangkan nasib 771 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Jackson menyebut Waterpauw selama ini hanya sibuk merotasi pejabat.

“Mereka sebanyak 771 orang ini sudah menerima SK CPNS sejak 2020 dan sampai saat ini mereka belum mendapat kepastian SK PNS. Seharusnya Bapak Penjabat Gubernur menjadikan ini sebagai atensi, bukan hanya sibuk mengurus pergantian OPD,” kata Jackson S Kapisa, Ketua Organisasi Masyarakat Pemuda Rakyat Papua Barat atau Pidar Jumat (14/4/2023)

Baca juga:  Angka Putus Sekolah di Papua Barat 68.988 Anak, Manokwari Tertinggi

Menurut Kapisa, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang perubahan PP Nomor 11 tahun 2017 tentang manejemen PNS dan surat edaran Kepala BKN Nomor 10 Tahun 2022 menjadi CPNS menjalani masa percobaan selama satu tahun wajib diangkat sebagai PNS.

“Menjadi CPNS lebih dari 1 tahun di wajibkan menjalani masa cobaan kemudian diangkat menjadi PNS setelah mengikuti pelatihan prajabatan dan dinyatakan Lulus, mereka 771 orang ini sudah mengikuti Prajabatan lantas mengapa nasibnya sampai saat ini belum diperjelas,” tuturnya.

Baca juga:  2 Jaksa Disebut Keciprat Rp200 Juta, Kejati Papua Barat Siap Dalami

Jackson meminta agar Penjabat Gubernur memberi perhatian terhadap hal ini. Sebab 771 orang di Papua Barat saat ini memiliki nasib yang belum pasti.

Ia mengatakan, salah satu tugas Penjabat Gubernur yakni menata birokrasi agar lebih baik. Termasuk memperjelas nasib ratusan CPNS tersebut.

“Ini menyangkut nasib banyak orang di negeri ini, kalau bukan tugas dan tanggung jawab pemimpin saat ini lalu siapa lagi yang akan memperhatikan nasib mereka,” tuturnya.

Baca juga:  Pemprov-Kejati Papua Barat Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Hukum

Sebanyak 771 orang diangkat sebagai CPNS melalui SK yang dibagikan Gubernur sebelumnya di tahun 2020. Sedangkan lima ratus lebih lagi merupakan tenaga honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang juga mengabdi di Papua Barat.

Sementara Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw belum merespons konfirmasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp terkait sorotan Pidar ini. (LP2/red) 

Latest articles

IPG Papua Barat Naik, Dominggus Minta Percepat Penyusunan RAD Kesetaraan Gender

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Indeks Pembangunan Gender (IPG) Papua Barat pada 2025 meningkat menjadi 82,87. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta penyusunan Rencana Aksi Daerah...

More like this

IPG Papua Barat Naik, Dominggus Minta Percepat Penyusunan RAD Kesetaraan Gender

MANOKWARI, LinkPapua.id – Indeks Pembangunan Gender (IPG) Papua Barat pada 2025 meningkat menjadi 82,87....

Haru dan Bangga, Marco Kurei-Hasna Rumbiak Siap Wakili Papua Barat di Paskibraka Nasional

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua pelajar asal Kabupaten Manokwari, Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriari...

Usai Raih WTP, OPD Diminta Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pemerintah Kabupaten Manokwari kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari...