Plh Bupati Manokwari Sampaikan Nota Pengantar RAPBD 2021

Published on

MANOKWARI, Linkpapuabarat.com- Plh bupati Manokwari Edi Budoyo menyampaikan nota pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2021.

Penyampaian nota pengantar RAPBD 2021 ini disampaikan Edi Budoyo melalui rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Manokwari, Norman Tambunan, didampingi Wakil Ketua II, Bonz S Rumbruren, Kamis (4/2/21).

Ketua DPRD Manokwari dalam sambutan tertulisnya  dibacakan  Norman Tambunan mengatakan APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dan dasar pengawasan keuangan daerah.” APBD merupakan rancangan tahunan daerah sesuai dengan perda APBD. APBD disusun berdasarkan pedoman penerimaan dan pengeluaran penyelenggaraan daerah yang digunakan untuk kemakmuran masyarakat. Sinkronisasi kebijakan pemda dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dengan memperhatikan penerimaan, belanja daerah dan pembiayaan,”ujarnya.

Baca juga:  Pelaku W Perakit Senpi Ilegal DPO Akhirnya Ditangkap di Manokwari

Sementara itu, Edi Budoyo dalam pidatonya menyebut bahwa RAPBD tahun 2021 mencapai Rp.1.245.469.005.503. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 118.345.141.723. Dana perimbangan direncanakan Rp.1.089.433.363.780, pendapat lain-lain yang sah Rp.37.690.500.000.

Baca juga:  Serahkan Santunan Kematian, Bupati Manokwari Minta Perusahaan Daftarkan Karyawan BPJS TK

“Permasalahan utama pendapatan daerah yaitu ketidakpastian besaran dana yang akan diterima dari pusat serta masih tergantungnya pada dana transfer, belum adanya informasi kepastian besaran bantuan keuangan yang akan diterima pemerintah provinsi pada saat penyusunan target pendapatan APBD. Selain itu, belum optimalnya pemanfaatan asset pemda sebagai salah satu sumber PAD dan dampak dari adanya wabah Covid-19 yang berimbas menurunnya target pendapatan dari pemerintah pusat ke daerah,”beber plh bupati.

Baca juga:  Syukuran HUT Partai, Ketua DPD Golkar Manokwari Gelorakan Kesiapan Hadapi Pemilu 2024

Sedangkan untuk belanja operasi Rp. 813.670.930.651, belanja modal Rp.213.282.865.610, belanja tidak terduga, Rp.38.904.389.880 serta belanja transfer Rp. 200.446.395.600. Dijelaskan juga terdapat permasalahan belanja daerah yaitu keterbatasan kemampuan keuangan untuk mendanai kebutuhan belanja penyediaan dana belanja mashi didominasi oleh penerimaan dana transfer pemerintah.

Terakhir Edi Budoyo berharap kepada anggota DPRD Manokwari agar dapat membahas, menerima dan menyetujui serta mendapat persetujuan bersama menjadi Peraturan daerah tentang APBD Manokwari tahun 2021. (LPB3/red)

Latest articles

OJK Dukung Kepastian Hukum Penanganan Kredit Macet di Bank

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya kepastian hukum dalam penanganan kredit macet di sektor perbankan. Kepastian hukum dinilai perlu untuk mendukung...

More like this

Kodim 1801/Manokwari Gandeng Insan Pers Kawal Program Pemerintah untuk Kesejahteraan Masyarakat

MANOKWARI, Linkpapua.id-Kodim 1801/Manokwari memperkuat kemitraan dengan insan pers di Kabupaten Manokwari melalui pertemuan bersama...

DPRK Manokwari Tampung Aspirasi Sekolah Saat Monitoring LKPJ Bupati 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pelaksanaan monitoring Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Manokwari Tahun 2025 turut...

Kodim Manokwari Kejar Pembangunan 75 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kodim 1801/Manokwari mengejar pembangunan 75 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di...