Poin Instruksi Pangdam Kasuari ke Prajurit: Jangan Arogan, Jaga Netralitas di Pemilu

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com- Kodam Kasuari memulai Operasi Penegakan Ketertiban (Ops Gaktib) dan Yustisi gabungan Polisi Militer (POM) 2023. Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema menegaskan operasi ini untuk menekan angka pelanggaran disiplin prajurit.

Ops Gaktib digelar di lapangan upacara Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, Rabu (8/3/2023). Upacara ditandai dengan penyematan tanda Operasi Gaktib dan Yustisi kepada perwakilan petugas penegak disiplin dari POM TNI AD, AL dan AU oleh Pangdam XVIII/Kasuari.

Pangdam mengatakan bahwa visi dan misi TNI dalam mewujudkan prajurit TNI yang profesional, modern dan tangguh terus dilakukan. Karena itu, kepolisian militer TNI menyelenggarakan fungsi Polisi Militer.

Baca juga:  PWI Papua Barat Kecam Pelemparan Bom Molotov di Kantor Jubi: Usut Tuntas! 

“Upaya penegakan hukum dan disiplin prajurit menjadi hal yang sangat penting. Berdasarkan data laporan operasi gaktib dan operasi yustisi Polisi Militer tahun 2022, masih ditemukan adanya trend kenaikan jumlah kasus dibandingkan tahun 2021. Hal ini juga yang kemudian menjadi pertimbangan bagi TNI untuk tetap menjadikan gelar operasi gaktib dan operasi yustisi sebagai salah satu prioritas dalam pembinaan personel di lingkungan TNI,” ucapnya.

Sasaran penyelenggaraan operasi gaktib dan operasi yustisi tahun ini adalah meningkatkan disiplin, tata tertib serta kepatuhan hukum segenap prajurit TNI baik dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari. Termasuk, menindak prajurit TNI yang melanggar hukum, disiplin, dan tata tertib di mana pun berada dan mencegah arogansi prajurit TNI yang dapat merendahkan martabat dan citra TNI di masyarakat.

Baca juga:  DPRD Setujui Raperda RTRW Teluk Bintuni, Segera Disodor ke Kemendagri

“Menjelang Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024, perlu diwaspadai munculnya politik identitas di masyarakat. Dalam menyikapi situasi ini, seluruh prajurit TNI hendaknya tetap netral dan tidak terseret ke arah polarisasi politik. Polisi Militer dituntut untuk mampu melakukan pencegahan dan penindakan terhadap upaya-upaya yang tidak selaras dengan netralitas TNI seperti penggunaan atribut partai oleh anggota TNI dan penggunaan fasilitas dinas oleh pihak yang tidak berhak demikian juga dengan perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan media sosial,” kata Pangdam membacakan amanat Panglima TNI.

Baca juga:  Ali Baham Puji Adolof Wonemseba, Putra Papua Barat Peraih Kalpataru 2024

Upacara turut melibatkan Satlantas Polda Papua Barat, Sat Brimob Manokwari, Dishub Provinsi Papua Barat. Hadir pula Kapolda Papua Barat, Kafasharkan TNI AL Manokwari, Perwira LO AL dan LO AU Kodam XVIII/Kasuari, para Asisten dan Kabalakdam Kodam XVIII/Kasuari, Kasatlantas Polda Papua Barat, Dansat Brimob Manokwari  dan Kapolres Manokwari. (*/red)

Latest articles

Papua Barat Kerja Sama Lintas Provinsi Kendalikan Malaria di Perbatasan

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memperkuat kerja sama lintas provinsi dengan Papua Barat Daya untuk mengendalikan penyebaran malaria di wilayah perbatasan....

More like this

Papua Barat Kerja Sama Lintas Provinsi Kendalikan Malaria di Perbatasan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memperkuat kerja sama lintas provinsi dengan...

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,16% di Triwulan III 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Provinsi Papua Barat tumbuh 3,16% pada triwulan III 2026 dibandingkan...

Gubernur Papua Barat Pimpin Kerja Bakti Massal di Mansinam, Siap Sambut 2.000 Peserta Kongsin XII

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memimpin kerja bakti massal di Pulau...