Polda Papua Barat: Gas Air Mata Tak Terkait Kematian Septhinus, Jarak Tembak 256 Meter 

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Polda Papua Barat menegaskan kematian Septhinus A Ariel Sessa tidak disebabkan tembakan gas air mata saat aksi demonstrasi di depan Swiss-Belhotel Manokwari. Tim Pencarian Fakta menemukan jarak tembakan gas air mata dengan rumah almarhum mencapai sekitar 256 meter.

“Berdasarkan hasil olah TKP, arah tembakan gas air mata membelakangi rumah almarhum Septhinus A Ariel Sessa dengan jarak terdekat sekitar 256 meter dan terhalang oleh bangunan bertingkat dua sebanyak 13 unit,” kata Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Yosi Muhamartha dalam rapat penyampaian hasil investigasi di Mapolda Papua Barat, Selasa (23/10/2025).

Baca juga:  Kapolda Papua Barat: Upacara HUT Kemerdekaan RI Lancar, Termasuk di Fakfak

Menurut Yosi, tidak ditemukan bukti langsung yang mengaitkan penggunaan gas air mata dengan penyebab kematian Septhinus. Ia menegaskan tindakan aparat saat mengamankan aksi anarkis telah sesuai prosedur.

“Penanganan aksi anarkis sudah dilakukan sesuai prosedur menggunakan gas air mata oleh personel Polresta Manokwari, Ditsamapta, dan Satbrimob Polda Papua Barat,” katanya.

Tim Pencarian Fakta juga melibatkan saksi ahli dari PT Pindad (Persero), BMKG, dan tenaga medis. Hasil pemeriksaan menyebutkan amunisi gas air mata bersifat non-lethal atau tidak mematikan.

Sementara hasil autopsi dokter Baru Juanna Cynthia tidak menemukan tanda kekerasan atau trauma pada tubuh Septhinus. Berdasarkan rekam medis, almarhum memiliki riwayat hipertensi, diabetes, serta pernah mengalami Transient Ischemic Attack (TIA).

Baca juga:  Para Tersangka Pembakaran THM Double O Belum Didampingi Kuasa Hukum

Dengan hasil tersebut, penyebab kematian Septhinus belum dapat disimpulkan akibat paparan gas air mata yang ditembakkan aparat. Yosi menyebut temuan ini menjadi bukti transparansi dan akuntabilitas Polda Papua Barat dalam penanganan peristiwa yang melibatkan masyarakat.

“Ini merupakan wujud komitmen Polda Papua Barat untuk menjunjung tinggi asas transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penanganan peristiwa yang melibatkan masyarakat,” ucapnya.

Dalam rapat itu, keluarga Septhinus hadir dan menyatakan menerima hasil penyelidikan dengan lapang dada. Mereka juga membantah isu yang menyebut keluarga menerima santunan dalam jumlah besar.

Baca juga:  Operasi Mantap Brata, Polda Papua Barat Gencar Sosialisasi Kamtibmas

Pihak keluarga berharap semua pihak tidak lagi memperdebatkan perihal kematian almarhum. Mereka mengaku telah mengikhlaskan kepergian suami dan orang tua mereka agar almarhum dapat beristirahat dengan damai.

Polda Papua Barat turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan berpotensi menimbulkan kekacauan di Kota Manokwari. Masyarakat diharapkan terus bersinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan untuk menjaga situasi kondusif di Papua Barat. (LP3/red)

Latest articles

Kerap Timbulkan Keresahan, Masyarakat Tolak Provokasi KNPB

0
PAPUA, linkpapua.id — Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Karmin Yikwa, mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai ajakan yang berpotensi mengganggu...

More like this

Kerap Timbulkan Keresahan, Masyarakat Tolak Provokasi KNPB

PAPUA, linkpapua.id — Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Karmin Yikwa, mengajak masyarakat...

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan Tertib Berlalu Lintas

MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas...

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...