Raker USBA Tetapkan Stevanus Burdam dan David Umpes Jadi Pemimpin Adat

Published on

RAJA AMPAT, LinkPapua.id – Dewan Adat Sub Suku USBA, Raja Ampat, Papua Barat Daya, menetapkan Stevanus Burdam dan David Umpes sebagai kepala adat baru dalam Rapat Kerja (Raker) di Kampung Dorehkar, Kamis (25/9/2025). Penetapan ini sekaligus melanjutkan estafet kepemimpinan dari orang tua mereka yang telah wafat.

Ketua Adat Marga Burdam kini dijabat Stevanus Burdam menggantikan almarhum Nehemia Burdam. Sementara Kepala Adat Marga Umpes diserahkan kepada David Umpes menggantikan almarhum Petrus Umpes.

Baca juga:  Forkom Imekko Bersatu Usul Calon yang Maju di Pilkada PBD Harus Bebas Korupsi

Raker juga diisi dengan sosialisasi dan pembagian buku sejarah USBA untuk internal adat. Buku tersebut direncanakan akan dibagikan ke masyarakat luas terutama suku-suku di Raja Ampat.

Dewan Adat mengumumkan Markus Umpes, anak adat USBA, lulus seleksi Otonomi Khusus (Otsus) DPRK Raja Ampat. Hal ini menjadi motivasi bagi generasi muda adat untuk menempuh pendidikan tinggi melalui beasiswa progenusa di sejumlah universitas.

Komitmen pendidikan dan pemberdayaan turut ditegaskan dalam forum adat tersebut. Dewan Adat mendorong program pendidikan lingkungan dan pengembangan ekonomi perikanan laut yang ramah lingkungan.

Baca juga:  Fakfak Juara Paduan Suara Wanita Dewasa Pesparani IV Papua Barat, Ungguli Kaimana-Bintuni

Selain itu, Dewan Adat menekankan pentingnya sinergi anak-anak adat USBA dengan pemerintah dari pusat hingga kampung. Dukungan terhadap kebijakan yang pro masyarakat adat juga menjadi fokus utama.

Raker menyoroti upaya menghidupkan kembali tarian adat Wor, cerita sejarah masa lampau, hingga pembuatan perahu tradisional Karures. Identitas budaya seperti rumah adat, alat kerja pertanian, dan pengetahuan kesehatan tradisional ikut digarisbawahi untuk dilestarikan.

Baca juga:  Hermus Pimpin Aksi Bersih-bersih Teluk Sawaibu, Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

Semua elemen budaya tersebut akan dimasukkan dalam Lumbung Pengetahuan Adat sebagai pusat dokumentasi dan transfer nilai kearifan lokal. Program ini digadang sebagai warisan penting bagi generasi mendatang.

Raker turut dihadiri tokoh adat dari berbagai marga termasuk Marga Burdam dari Meosbekwan. Acara ditutup dengan Tarian Wor oleh marga Imbir, Umpes, dan Rumbewas sebagai simbol hidupnya kembali semangat tradisi. (LP10/red)

 

Latest articles

Baru 7 dari 203 Usulan Penuhi Syarat, Bupati Pegaf Minta Kekhususan...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf), Dominggus Saiba, meminta pemerintah pusat memberikan kebijakan khusus untuk pemekaran kampung di tanah Papua. Dari 203 usulan...

More like this

Baru 7 dari 203 Usulan Penuhi Syarat, Bupati Pegaf Minta Kekhususan Pemekaran 93 Kampung

MANOKWARI, LinkPapua.id – Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf), Dominggus Saiba, meminta pemerintah pusat memberikan kebijakan...

DPRP Ingatkan Pemekaran DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak Tak Sekadar Aspirasi, 10 Distrik Harus Disiapkan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengingatkan rencana pembentukan Daerah Otonomi...

Bupati Pegaf Targetkan Pemekaran 10 Distrik, Perjuangkan DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf), Dominggus Saiba, menargetkan pemekaran 10 distrik sebagai...