Rusia: Proyek Bandar Antariksa Biak Papua Bukan Pangkalan Militer

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Rusia membantah rencana pengembangan bandar antariksa di Biak, Papua, berkaitan dengan pembangunan pangkalan militer Rusia. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan proyek tersebut masih sebatas pembicaraan awal dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Kami bahkan belum sampai pada tahap awal kerja sama. Pertemuan itu baru sebatas diskusi awal,” kata Tolchenov dalam keterangannya dikutip, Sabtu (29/8/2026).

Tolchenov mengatakan BRIN telah mengundang dan berdiskusi dengan badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengenai kemungkinan keterlibatan Rusia dalam proyek bandar antariksa Biak. Hingga kini, belum ada satu pun perjanjian kerja sama yang ditandatangani Indonesia dan Rusia terkait proyek tersebut.

Dia menyebut keputusan mengenai mitra pengembangan bandar antariksa sepenuhnya berada di tangan BRIN. Rusia tetap menyatakan kesiapan memberikan pengalaman dan teknologi keantariksaan melalui Roscosmos jika nantinya dipilih sebagai mitra.

“Keputusan sepenuhnya ada di tangan BRIN untuk memilih mitra. Namun, jika Roscosmos dan Rusia yang dipilih, kami akan sangat senang dan saya yakin kami mampu mewujudkan proyek ini untuk Indonesia,” ujar Tolchenov.

Tolchenov juga membantah isu yang mengaitkan bandar antariksa Biak dengan kemungkinan pembangunan pangkalan udara atau fasilitas militer Rusia di Indonesia. Menurut dia, bandar antariksa tersebut sepenuhnya merupakan fasilitas milik Indonesia.

Kerja sama dengan Rusia, jika nantinya disepakati, tidak berarti memberikan fungsi ganda fasilitas tersebut untuk kepentingan militer negara asing. Dia menilai Indonesia sebagai negara berdaulat tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai pangkalan militer negara lain.

“Kalaupun nanti Indonesia menggunakan bandar antariksa itu untuk meluncurkan satelit militer atau fasilitas keantariksaan lainnya, itu adalah keputusan Indonesia,” tutur Tolchenov.

Menurut Tolchenov, keputusan mengenai jenis satelit maupun misi yang kelak diluncurkan dari Biak sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Indonesia. Dia membedakan pemanfaatan teknologi antariksa untuk kepentingan pertahanan Indonesia dengan keberadaan fasilitas militer negara asing.

Rencana pembangunan bandar antariksa Biak merupakan bagian dari pengembangan kemampuan nasional di sektor keantariksaan. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Bandar Antariksa pada Mei 2026.

Regulasi tersebut menjadi landasan penyelenggaraan bandar antariksa di Indonesia. Fasilitas itu diharapkan memungkinkan Indonesia memiliki sarana peluncuran dari wilayah sendiri seiring berkembangnya kebutuhan teknologi satelit dan kegiatan keantariksaan.

Di sisi lain, Indonesia masih menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara, tidak hanya Rusia. Pemerintah juga membahas penguatan kerja sama keantariksaan dengan India yang memiliki kemampuan peluncuran satelit dan program antariksa.

Pembahasan dengan India mengemuka dalam kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta pada awal Juli 2026. Penjajakan tersebut menunjukkan belum ada keputusan mengenai mitra pengembangan bandar antariksa Biak.

Tolchenov menegaskan Rusia akan menghormati keputusan Indonesia. Keterlibatan Roscosmos baru dapat berlangsung apabila pemerintah memilih Rusia sebagai salah satu mitra pengembangan bandar antariksa.

Dia kembali menekankan pembicaraan Rusia dan Indonesia saat ini masih berfokus pada kemungkinan kerja sama keantariksaan. Kendali atas bandar antariksa Biak maupun penggunaannya tetap berada sepenuhnya di tangan Indonesia. (*/red)

Latest articles

Bupati Bintuni Sambut 251 Prajurit Satgas Yonif 147, Tekankan Pendekatan Humanis

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyambut 251 personel Satgas Kewilayahan Yonif 147/Kesatria Garuda Jaya yang akan bertugas di Kabupaten Teluk...

More like this

Karhutla, Kekeringan, dan Hujan Es di Puncak Papua Tengah, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

PUNCAK, LinkPapua.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak, Papua Tengah, menetapkan status tanggap darurat selama...

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Terbanyak di Nabire

NABIRE, LinkPapua.id – Sebanyak 1.923 titik panas terdeteksi di Papua Tengah dalam pemantauan BMKG,...

TNI Resmikan Hitadipa Intan Jaya Jadi Kampung Papua Damai

INTAN JAYA, LinkPapua.id – Koops TNI Habema meresmikan Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai...