Sekda Ali Baham Minta Genjot Realisasi Anggaran Papua Barat, Jangan Lambat Lagi!

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekda Papua Barat sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Ali Baham Temongmere meminta seluruh perangkat daerah mempercepat realisasi anggaran dan penyelesaian APBD perubahan 2025. Ia menegaskan agar tak ada lagi keterlambatan jelang akhir tahun anggaran.

“Jika di sidang dewan sudah diketok maka tahapan selanjutnya akan berkonsultasi ke Kemendagri dan segera dokumen mendukung APBD perubahan diselesaikan dan sisa waktu ini secara fisik kegiatan-kegiatanya diselesaikan,” ujar Ali Baham di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (6/10/2025).

Ali Baham mengatakan waktu yang tersisa sekitar dua bulan harus dimanfaatkan dengan maksimal. Ia menyebut perubahan anggaran mencakup kegiatan fisik tambahan hingga dana hibah yang wajib segera diorientasikan.

Baca juga:  Bupati Raja Ampat Ikuti Peluncuran Kopdes Merah Putih, Serahkan SK Koperasi

Menurutnya, percepatan serapan anggaran penting dilakukan hingga 31 Desember. Ia menegaskan Papua Barat harus memperbaiki kinerja keuangan setelah dua tahun terakhir hanya meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK.

“Dua tahun masa transisi dan kita turun menjadi WDP maka di tahun pemerintahan ini telah kembali dalam kondisi normal maka kita harus kembali meraih WTP,” tuturnya.

Ali Baham menekankan, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tidak hanya menjadi ukuran tata kelola pemerintahan, tapi juga syarat untuk mendapatkan dana insentif daerah dari APBN. Ia menyebut Papua Barat kehilangan kesempatan itu tahun ini karena masih berstatus WDP.

Baca juga:  Hari Lingkungan Hidup, SKK Migas Gandeng Pemkab Sorong Tanam Pohon

“Kemarin saya baru cek bahwa DPR RI telah mengeluarkan penetapan APBN anggaran untuk daerah. Karena Papua Barat WDP sehingga tidak memperoleh dana insentif daerah,” sebutnya.

Ia juga menyoroti realisasi APBD induk yang harus meningkat di semester kedua tahun ini. Menurutnya, capaian pendapatan harus signifikan karena 91 persen bersumber dari dana transfer pusat.

Baca juga:  Kasihiw Ajak Masyarakat Teluk Bintuni Bergerak Lebih Cepat dan Bersinergi Lebih Cepat

“Pendapatan daerah kita hanya sekitar 9 persen karena sebagian besar merupakan dana transfer maka saya berharap sesuai laporan dari kepala BPKAD, Bapenda, Bappeda bahwa semua anggaran sudah turun baik semester I dan II,” bebernya.

Ali Baham mengingatkan agar kegiatan yang telah berjalan segera diajukan pembayarannya agar tidak tertunda. Ia menyebut penyerapan anggaran Oktober masih di bawah target karena banyak tagihan belum dimasukkan.

“Di bulan Oktober ini seharusnya realisasi anggaran sekian persen karena belum diajukan penagihannya maka realisasi anggaran masih di bawah target,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

1 Tahun Latihan, Steven Solo Remaja Putra Papua Barat Tampil Memukau...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Steven Orgenes Peneas Anari tampil mewakili Papua Barat pada kategori solo remaja putra dalam ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua...

More like this

1 Tahun Latihan, Steven Solo Remaja Putra Papua Barat Tampil Memukau di Pesparawi Nasional

MANOKWARI, LinkPapua.id – Steven Orgenes Peneas Anari tampil mewakili Papua Barat pada kategori solo...

27 Kontingen Bersaing di Kategori Musik Pop Gerejawi Pesparawi Nasional XIV

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 27 kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia bersaing dalam kategori...

Hari Pertama Pesparawi XIV, Ketua Persit KCK Kasuari Puji Penampilan-Semangat Pelayanan Peserta

MANOKWARI, LinkPapua.id - Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah XVIII/Kasuari, Mevi Christian Tehuteru,...