Seleksi CPNS, Budoyo Sebut Pemkab Manokwari Sudah Perjuangkan OAP

Published on

Manokwari–Pelaksana Tugas Bupati Manokwari, Edi Budoyo menyebutkan bahwa pemerintah kabupaten sudah berusaha memperjuangkan nasib orang asli Papua (OAP) pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2018.

“Saya tidak terlibat sejak awal terkait penerimaan CPNS ini. Saya terlibat baru sekitar satu minggu lalu saat mau pengumuman,” ucap Budoyo saat menemui massa yang berdemonstrasi di Manokwari, Senin (3/8).

Pekan lalu sebelum hasil seleksi CPNS diumumkan, kata Budoyo, ia menanyakan hasil seleksi kepada kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat. Setelah melihat hasilnya, pihaknya pun kembali menanyakan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi tentang kuota 80 persen bagi OAP.

Baca juga:  Ratusan Calon Jemaah Haji Manokwari Ikuti Manasik Haji

“Kita sudah berjuang tapi Kemenpan RB tidak setujui. Kami pun selanjutnya melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda untuk persiapan pengumuman,” kata dia lagi.

Ia pun berharap, massa menyerahkan aspirasi yang dibawa selanjutnya akan dibawa ke Jakarta untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan pada kesempatan itu juga menjelaskan bahwa pembukaan formasi CPNS di Papua Barat tertunda sejak 2014. Sejak saat itu tidak ada penerimaan CPNS hingga tahun 2018 karena terkendala terkait sistem online juga akibat moratorium.

Baca juga:  Telan Rp1,9 Miliar, Pemkab Teluk Bintuni Bangun Jalan Cor 412 Meter di Kampung Banjar Ausoy

Menurut dia, pemerintah daerah sudah berjuang dan akhirnya disetujui presiden dengan sistem online terbatas atau lokal

“Selanjutnya kita berjuang lagi untuk mendapat kouta 80:20. Ini pun sudah disetujui pak Presiden,” katanya seraya menyebutkan untuk Pemprov Papua Barat formasi 2018 dimanfaatkan untuk pegawai honorer sebanyak 1.283 orang.

Baca juga:  Tegas! DAP Dukung Orgenes Wonggor jadi Ketua DPR PB 2024-2029

Terkait formasi CPNS tahun 2018, kata gubernur, hasil CPNS sudah ada sejak Desember 2019 namun belum bisa diumumkan karena masih ada yang harus diperbaiki.

“Formasinya saat itu belum terinci dan kuotanya belum sesuai yang kita inginkan yakni 80 untuk OAP dan 20 persen untuk nonPapua. Sehingga kita belum umumkan,” sebutnya lagi.

Setelah menerima aspirasi para pencari kerja ini, gubernur berjanji akan membahas dan diperjuangkan hingga ke Presiden Joko Widodo. (*/LPB1)

Latest articles

BPK Temukan 24 Permasalahan di 24 OPD Papua Barat, Gubernur Minta...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 24 permasalahan pada 24 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat. Gubernur...

More like this

Khawatir Biaya Operasi Mahal, Lansia di Manokwari Bernapas Lega Berkat JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang lansia bernama Tabita (60) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, kini...

Gubernur Papua Barat: Jalan Rusak di Prafi Manokwari Diupayakan Diperbaiki 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan akan mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan...

Gubernur Papua Barat Serahkan 2 Motor untuk Pelayanan GKI Hatam Moile Meach

MANOKWARI, LinkPapua.id– Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan dua unit sepeda motor kepada Klasis...