SKD CPNS Teluk Bintuni 2024, 2.811 Peserta Berebut 744 Kursi

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Sebanyak 2.811 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Formasi 2024 di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Mereka berebut 744 kursi jabatan, termasuk 595 kursi khusus orang asli Papua (OAP).

“Upaya membangun sumber daya manusia ASN yang kompeten adalah investasi strategis untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, dan berwibawa,” ujar Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy saat membuka SKD di SMK Negeri 1 Bintuni, Senin (29/9/2025).

Yohanis menegaskan pentingnya ASN yang profesional dan berintegritas sebagai pilar pembangunan daerah. Menurutnya, ASN bukan hanya menjalankan pemerintahan tetapi juga menjadi ujung tombak pelayanan publik.

Baca juga:  Infrastruktur Minim, Bupati Teluk Bintuni Janjikan Renovasi Sekolah di Distrik Tomu

Proses seleksi CPNS tahun ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) berbasis teknologi informasi. Sistem ini dinilai mampu memastikan proses seleksi yang transparan, objektif, dan bebas dari praktik tidak sesuai tata kelola pemerintahan yang baik.

“Dengan sistem CAT, seluruh proses seleksi berlangsung terbuka dan dapat disaksikan secara real-time. Saya berharap kita dapat menjaring SDM ASN Teluk Bintuni yang mumpuni dan berintegritas,” lanjutnya.

Kepala BKN Regional XIV Nurhasan menyebut peluang besar yang terbuka bagi peserta. Teluk Bintuni mendapat 744 formasi, jumlah terbesar kedua di Papua Barat setelah Raja Ampat.

Baca juga:  Bupati Bintuni Petrus Kasihiw Raih Penghargaan Tokoh Indonesia 2024 versi Tempo

“OAP tidak perlu khawatir. Sistem ini sudah disiapkan agar formasi tidak kosong sepanjang ada pelamar,” ucap Nurhasan. Dia menjelaskan apabila formasi tidak terpenuhi passing grade, akan tetap terisi sesuai nilai terbaik oleh sistem.

Kepala BKPP Teluk Bintuni Sefnat Manikrowi mengungkapkan banyak formasi kosong karena membutuhkan latar belakang pendidikan teknis tertentu. Menurutnya, formasi yang tidak terisi akan dikembalikan ke pusat sebelum dibuka kembali jika diperlukan.

Baca juga:  Pencuri Bikin Resah di Pelabuhan Anggrem Manokwari, Pelaku Ditangkap

“Papua ini banyak kosong karena sarjana strategis kebanyakan umum, tidak ada teknis, akhirnya formasi itu tidak bisa terisi,” jelas Sefnat.

Dari total 744 formasi, sebanyak 80 persen dialokasikan untuk OAP, tetapi hanya 336 pelamar OAP yang mendaftar. Akibatnya, 259 formasi masih kosong. Sementara 20 persen formasi lain diperuntukkan non-OAP.

Sefnat menambahkan mayoritas peserta adalah lulusan SMA dengan jumlah pendaftar mencapai lebih dari 1.000 orang. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat untuk menjadi abdi negara di Teluk Bintuni. (LP5/red)

Latest articles

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen, PDRB Tembus Rp21.113,16 Miliar

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Papua Barat tumbuh 3,41 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada triwulan II 2026. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)...

More like this

Peringati HUT ke-78 Polwan, Polda Papua Barat Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Aksi Sosial

MANOKWARI, Linkpapua.id-Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia...

Lima Program CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Diakui di ISRA 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku berhasil memborong 5 penghargaan dalam ajang Indonesia...

Festival Kopi Manokwari Diharapkan Dongkrak Perekonomian dan Promosi Produk Lokal

MANOKWARI, Linkpapua.id– Festival Kopi yang digelar Komunitas Kopi Manokwari mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten...