Peringati Maulid Nabi, Wabup Bintuni Tekankan Persaudaraan di Tanah Merah Baru

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara menekankan pentingnya menjaga persaudaraan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Kampung Tanah Merah Baru, Distrik Sumuri. Dia mengajak warga agar teladan Nabi dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menghormati perbedaan dan memperkuat nilai persaudaraan.

Peringatan maulid Nabi 12 Rabiul Awal 1447 H/2025 M ini digelar Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Teluk Bintuni di Masjid Nurul Iman, Minggu (7/9/2025). Wabup Joko hadir bersama istrinya, Nurdiana Lingara, anggota DPR Papua Barat Erwin Beddu Nawawi, anggota DPRK Teluk Bintuni Roy Masyewi, serta Ketua KNPI Teluk Bintuni Kenny Kindewara.

Baca juga:  Pemkab Teluk Bintuni Akan Rehabilitasi Pasar Manimeri Kampung Banjar Ausoy

Ketua PHBI Teluk Bintuni Sulaiman Rumwokas mengatakan kegiatan ini bertujuan mendekatkan pemerintah daerah dengan masyarakat. Dia menegaskan Maulid Nabi harus menjadi momentum memperkuat persatuan.

“Momentum maulid Nabi Muhammad saw mari sama-sama kita jaga persatuan dan kesatuan agar kerukunan hidup di Kampung Tanah Merah Baru Distrik Sumuri tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wabup Joko menyebut agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw adalah rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, teladan Nabi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan saling menghormati, tolong menolong, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Baca juga:  Hari Pahlawan, Wabup Teluk Bintuni Serukan Semangat Perangi Kemiskinan dan Kebodohan

“Agama keluarga yang ada di Kampung Tanah Merah Baru, Distrik Sumuri, harus tetap dijaga dan baku sayang,” katanya.

Wabup Joko mencontohkan kerukunan keluarga marga Masipa dan Kamisopa yang anggotanya memeluk Islam, Kristen Katolik, dan Kristen Protestan. Menurutnya, perbedaan itu justru membuat sikap saling menghargai dan menghormati tetap terjaga hingga kini.

“Dalam satu keluarga contohnya marga Masipa dan Kamisopa ada yang beragama Muslim, Kristen Katolik, dan Kristen Protestan. Itulah yang membuat kita sehingga saling menghargai dan menghormati tetap terpelihara dengan baik hingga sekarang,” tuturnya.

Baca juga:  Suku Sebyar Teluk Bintuni Tagih 10% Dana Migas dari Proyek LNG Tangguh

Wabup Joko menegaskan kerukunan beragama adalah tanggung jawab bersama dan tidak boleh goyah hanya karena gesekan kecil. Dia mengajak tokoh agama, adat, perempuan, dan pemuda di Kampung Tanah Merah Baru untuk bersama menjaga nilai agama keluarga.

“Kerukunan beragama tanggung jawab bersama jangan terprovokasi oleh gesekan kecil, tapi mari bersama-sama kita jaga agama keluarga ini, seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan pemuda yang ada di Kampung Tanah Merah Baru Distrik Sumuri,” pungkasnya. (LP5/red)

Latest articles

Ruang Hidup OAP Terancam, Dewan Adat Papua Tolak Proyek Strategis Nasional

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Dewan Adat se-Tanah Papua menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua. Penolakan itu disampaikan karena PSN dinilai berpotensi merampas...

More like this

PI 10 Persen Migas Bintuni Jadi Sorotan, Kabupaten Dinilai Punya Hak di Blok Kasuri

MANOKWARI, Linkpapua.id-Kabupaten Teluk Bintuni menjadi salah satu daerah dengan cadangan gas alam besar. Saat...

Mugiyono Sebut TMMD Wujud Sinergi Bangun Kampung di Manokwari Utara

‎MANOKWARI, Linkpapua.id– Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengajak masyarakat Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara,...

Alif Permana: Dividen PI BP Bisa Jadi Penopang Fiskal Daerah Penghasil Migas

MANOKWARI, Linkpapua.id-Raksasa Migas asal Inggris, British Petroleum (BP) menandatangani kontrak eksplorasi gas baru pada...