SKK Migas-Unipa Teken MoU: Kampus Harus Dukung Visi Besar 2030

Published on

JAKARTA, Linkpapua.com – Satuan Kerja Khusus Hulu Migas (SKK Migas) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Papua (Unipa) di Jakarta, baru-baru ini. MoU ini mendorong pelibatan kampus menuju proyeksi SKK Migas di 2030.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sekretaris SKK Migas, Taslim Z. Yunus, dan Rektor Universitas Papua, Dr. Meky Sagrim, di Kantor SKK Migas, Gedung Wisma Mulia Jakarta.

Rektor mengatakan, sinergi yang terjalin menunjukan kepedulian semua pihak dalam dalam rangka berkolaborasi membangun sumber daya manusia di Papua. SKK Migas selama ini kata dia, sudah menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan kerja sama yang baik dengan Unipa.

“Untuk membangun universitas ini menjadi universitas yang maju dan berdaya saing, tidak mungkin bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan kerjasama dengan semua stakeholder,” jelasnya.

Rektor mengharapkan, segera setelah ditandatanganinya nota kesepahaman ini dapat dilakukan pertemuan antara SKK Migas dan Unipa di Manokwari dan Sorong agar MoU bisa segera di tindak lanjuti. Implementasinya adalah terwujudnya program kampus merdeka.

Baca juga:  Media Gathering BP Indonesia, Ajang Tumbuhkan Kolaborasi

“Salah satu poinnya adalah para praktisi masuk ke kampus dan mengajar. Kami juga mengharuskan pula dosen-dosen di Unipa untuk turun ke industri. Sebaliknya kami mengajak SKK Migas datang ke Unipa untuk mengajar,” ucap Rektor.

Sementara itu Taslim Z. Yunus memuji kontribusi Unipa dalam mendorong pengembangan SDM di Papua Barat. Sehingga SKK Migas dan Unipa bersepakat untuk menjalin ikatan yang lebih jauh.

“Usaha mencapai satu juta barel dan 12 BSCFD gas tentu akan sulit, karena produksi minyak naik 60% dan gas naik 100%. Namun ini adalah tantangan yang harus bisa diselesaikan bersama. SKK Migas melalui Renstra IOG 4.0. telah menyusun langkah-langkah untuk dapat merealisasikan target 2030,” jelasnya.

Baca juga:  Kisah Runa Maidepa, Ahli Geologi Putra Papua: Berkarya dari Freeport ke Trinidad Tobago

Menurutnya, visi besar 2030 tidak lagi menjadi visi SKK Migas atau industri hulu migas semata. Tetapi telah menjadi visi nasional sebagaimana telah dicanangkan oleh Presiden RI sebagai arah dan strategi subsektor sumber daya migas.

“Artinya tidak ada kata mundur bagi industri hulu migas untuk mengejar visi besar tersebut. Tidak ada kata lain selain tekad bersama untuk mewujudkan mimpi besar tersebut. Secara internal kami telah memulai dengan perubahan mindset dalam berkarya yaitu mindset not business as usual, dengan melakukan upaya yang masif, agresif, efisien,” kata Taslim.

Lebih lanjut Taslim menyampaikan harapannya kerja sama ini akan semakin mempererat hubungan SKK Migas dengan pihak Unipa.

“Kami akan banyak terbantu dalam pencapaian target-target kami yang merupakan target pemerintah juga. Didorong oleh semangat itulah, kami menggaet Unipa agar sama-sama menuju visi 2030,” paparnya.

Baca juga:  Kualifikasi PON Sepak Bola Putra Grup F, Tersisa Papua dan Papua Barat Bersaing

Taslim juga menyampaikan bahwa Papua kaya akan gas dan menjadi salah satu tulang punggung migas nasional. Ada prodi tambang, geologi dan minyak di Universitas Papua. Ini tentu sangat dibutuhkan dalam mendukung peningkatan eksplorasi di Papua.

Taslim berharap Unipa bisa fokus pada eksplorasi dan eksploitasi. Sehingga akan memberikan dukungan terhadap upaya penemuan maupun pemanfaatan potensi migas di Papua.

“Peran lain yang dapat dikontribusikan adalah memberikan dukungan terhadap penyelesaian amdal, karena beberapa proyek hulu migas mengalami kendala terkait di amdal,” katanya.

Melalui sinergi yang lebih intensif dengan Unipa, kata Taslim, SKK Migas dapat terus memberi sumbangsih bagi pembangunan nasional, khususnya dalam pengembangan sektor hulu migas dan kontribusinya bagi penerimaan negara, dan memberikan dampak multiplier effect bagi perekonomian nasional pada umumnya, dan secara khusus di Papua. (LP2/Red)

Latest articles

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak...

0
KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas pantai di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pengiriman alat berat ini...

More like this

Menkeu Purbaya Ngaku Kecolongan Anggaran Rp1 T Motor BGN gegara Software Eror

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kecolongan terkait munculnya anggaran...

Bupati Manibuy Apresiasi Penataan Futsal di Teluk Bintuni, Agustinus Pongtuluran Ditunjuk Pimpin AFK

MANOKWARI, Linkpapua.id — Federasi Futsal Indonesia (FFI), melalui Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Aloysius...

Wakapolda: Papua Barat Harus Lepas dari Ketergantungan Benih Jagung Luar Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id-Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Sulastiana mengatakan komitmen kepolisian dalam mendukung pengembangan pertanian...