Terdakwa Kasus Pasar Babo Junsetbudi Divonis 5 Tahun Penjara, Kajari Bintuni: Harus Ada Efek Jera

Published on

TELUK BINTUNI,LinkPapua.com–
Terdakwa kasus dugaan korupsi Pasar Rakyat Babo, Junsetbudi Bombong divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Manokwari. Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Jusak Elkana Ayomi menegaskan, vonis ini diharapkan memberi efek jera kepada setiap pelaku korupsi.

Hal ini diutarakan Jusak saat memberi keterangan pers, Selasa (24/12/2024). Jusak juga menyatakan komitmen pihaknya untuk memulihkan kerugian keuangan negara.

Jusak menyampaikan bahwa pada Rabu, 18 Desember 2024, Jaksa Penuntut Umum telah membacakan tuntutan terhadap terdakwa Junsetbudi Bombong. Tuntutan tersebut antara lain menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga:  Kesbangpol-Kejari Bintuni Ajak Aparatur Kampung Cegah Penyalahgunaan Dana Desa

Menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, membebankan terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp325 juta, dengan ketentuan jika tidak dibayarkan dalam 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta kekayaan terdakwa dapat disita dan dilelang.

Jika masih tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara 6 bulan. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Manokwari telah memutus perkara tersebut pada Kamis, 19 Desember 2024, dengan amar putusan sebagai berikut menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum.

Baca juga:  Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Randis BPBD Teluk Bintuni Naik ke Penyidikan

Menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun 4 bulan dan denda Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan. Membebankan uang pengganti sebesar Rp325 juta, dengan ketentuan yang sama seperti tuntutan. Menetapkan barang bukti dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk pengembangan perkara.

Dari fakta persidangan terungkap, terdakwa sebagai pelaksana pekerjaan memerintahkan saksi Marthinus Senopadang, yang juga telah divonis bersalah dalam perkara yang sama, untuk mengirimkan seluruh dana proyek sebesar Rp5,3 miliar kepada dirinya, keluarga, dan pihak lain. Akibatnya, pembangunan pasar tidak selesai, dan negara dirugikan sebesar Rp3,035 miliar, sebagaimana laporan hasil audit nomor SR-123/PW27/5/2022 tertanggal 12 November 2022.

Baca juga:  Kejari Teluk Bintuni Coffee Morning Bareng Wartawan, Beber Kasus Korupsi hingga Pencabulan

Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni akan terus mengembangkan perkara ini, termasuk meminta pertanggungjawaban pidana kepada pihak-pihak lain yang menikmati aliran dana korupsi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kerugian keuangan negara.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, Alfisius Adrian Sombo menegaskan bahwa kasus ini menjadi prioritas demi menegakkan hukum dan memberikan efek jera kepada pelaku korupsi.(LP5/Red)

Latest articles

BKPP Teluk Bintuni Serahkan 100 Peserta Latsar ke Brigif 26/Gurana Piarawaimo

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni, Sefnat N. Manikrowi, secara resmi menyerahkan 100 peserta Latihan Dasar...

More like this

BKPP Teluk Bintuni Serahkan 100 Peserta Latsar ke Brigif 26/Gurana Piarawaimo

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni,...

Khawatir Biaya Operasi Mahal, Lansia di Manokwari Bernapas Lega Berkat JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang lansia bernama Tabita (60) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, kini...

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kebakaran di Jayapura

JAYAPURA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat Dok 08 Jayapura...