Warga Manokwari Sembuh dari Gangguan Pernapasan Pakai Kartu JKN

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Warga bernama Prakas (29) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, berhasil sembuh dari gangguan pernapasan akut setelah menjalani perawatan intensif. Seluruh biaya pengobatan pasien tersebut ditanggung sepenuhnya oleh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Saya sangat kagum dengan program JKN yang diberikan pemerintah. Di tengah berbagai persoalan kesehatan, JKN selalu hadir dan memahami kebutuhan masyarakat. Apalagi soal biaya yang sering menjadi kekhawatiran. Dengan adanya JKN, rasa takut itu hilang dan berganti menjadi rasa lega saat menjalani pengobatan,” ujar Prakas (29) dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Prakas awalnya mengeluhkan kondisi kesehatannya yang menurun akibat sesak napas, nyeri dada, dan batuk berkepanjangan. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan beraktivitas hingga harus dilarikan ke rumah sakit di wilayah Manokwari untuk menjalani rawat inap.

Baca juga:  Kuatkan Konsolidasi Organisasi, Pengurus DPK BKPRMI Manokwari Barat-Selatan Dilantik

Dia menceritakan gejala tersebut muncul secara bertahap hingga membuatnya merasa pusing setiap kali batuk. Akibat kondisi yang semakin memburuk, dia memutuskan untuk segera mencari pertolongan medis agar mendapatkan pemeriksaan lanjutan dari dokter.

“Pada awalnya saya merasakan sesak napas, nyeri di dada, serta batuk yang berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat saya tidak nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Bahkan, saya juga mengalami pusing saat batuk sehingga tidak mampu melakukan aktivitas apa pun,” ungkapnya.

Baca juga:  Penjaringan Komisioner KPU di 7 kabupaten di Papua Barat Resmi Dibuka

Selama masa perawatan, pria yang terdaftar sebagai peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) ini mengaku mendapatkan pelayanan profesional. Dia menyebut petugas medis memberikan perhatian penuh tanpa membedakan status kepesertaan pasien.

“Selama menjalani perawatan, saya merasakan pelayanan yang sangat baik dari tenaga medis. Dokter dan perawat melayani dengan ramah dan profesional. Tidak ada perbedaan antara pasien JKN dan pasien lainnya, semua mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medis,” ungkap Prakas.

Selain penanganan medis, seluruh biaya mulai dari pemeriksaan dokter, obat-obatan, hingga tindakan medis selama rawat inap tidak dipungut biaya. Hal ini memberikan rasa tenang bagi keluarga pasien yang sempat terkendala masalah biaya pengobatan.

Baca juga:  BPJS Kesehatan Mansel Siapkan Link Website Layani Skrining Petugas KPPS Pemilu 2024

Prakas berharap akses layanan kesehatan ini terus dipertahankan untuk membantu masyarakat luas. Dia menilai keberadaan BPJS Kesehatan menjadi penolong utama bagi warga yang membutuhkan pengobatan namun memiliki keterbatasan ekonomi.

“Saya berharap program JKN yang sudah banyak membantu masyarakat ini dapat terus menjadi penolong, baik sekarang maupun di masa depan. Harapan saya, seluruh masyarakat Indonesia dapat memiliki BPJS Kesehatan, karena program ini sangat membantu dalam mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” pungkasnya. (LP14/red)

Latest articles

Penduduk Miskin Papua Barat Capai 98.460 Orang di Maret 2026, Terbanyak...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Jumlah penduduk miskin di Papua Barat mencapai 98.460 orang pada Maret 2026. Mayoritas penduduk miskin tersebut berada di wilayah perdesaan dengan...

More like this

Festival Kopi Manokwari Diharapkan Dongkrak Perekonomian dan Promosi Produk Lokal

MANOKWARI, Linkpapua.id– Festival Kopi yang digelar Komunitas Kopi Manokwari mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten...

Festival PAUD Kreatif Manokwari Tanamkan Semangat Kemerdekaan dan Karakter Anak Sejak Dini

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bunda PAUD Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, pada Festival PAUD Kreatif yang...

Satpol PP dan Damkar Mansel Imbau Warga Tak Bakar Lahan Usai 9 Titik Kebakaran

MANSEL, LinkPapua.id - Satpol PP dan Damkar Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, mengimbau masyarakat...