Wawancara Finalis 99 Top Sinovik, Kapoda Papua Barat Jabarkan Rubai Koteka

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Kapolda Papua Barat (PB), Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing, S.I.K., M.Si., memaparkan sebuah program yang tujuannya membangun pendidikan informal untuk anak-anak Kokoda di Kota Sorong.

Karya itu bernama program inovasi Rumah Belajar Masyarakat Kokoda Klawasi atau Rubai Koteka. Selama ini program tersebut dijalankan oleh Bhabinkamtibmas Klawasi, Bripka Sandry Yusuf Rante Datu.

Kapolda secara rinci menjabarkan program inovasi ini kepada 11 Tim Panel Independen Reformasi Birokrasi Nasional dalam kegiatan bertajuk Wawancara Finalis 99 Top Sinovik atau Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik yang digelar Kemenpan-RB. Kegiatan ini digelar secara virtual, Jumat (9/7/2021).

Kapolda mengatakan bahwa inovasi Rumbai Koteka adalah program yang berlokasi di Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, dengan mayoritas masyarakat dari Suku Kokoda.

Kapolda menuturkan, Bhabinkamtibmas Klawasi memelopori program inovasi Rumbai Koteka sebagai sebuah solusi dalam menghadapi tiap permasalahan. Ada banyak kegiatan yang berjalan dalam program ini.

Baca juga:  Sepanjang Februari, Polda Papua Barat Ungkap 2 PETI di Manokwari dan Pegaf

“Tersedianya rumah belajar bagi anak-anak usia sekolah di Kelurahan Klawasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan calistung bagi anak-anak yang tidak mampu, buta aksara, serta putus sekolah. Melalui kegiatan bernyanyi, menari, olahraga, dan bahasa daerah sebagai komunikasi yang dilakukan terhadap murid-muridnya dengan menggunakan media belajar seperti buku cerita bergambar, mendongeng dan warna kesukaan untuk mengetahui karakter anak,” jelas Kapolda.

Berdasarkan data, diketahui bahwa banyak anak-anak tidak mampu, putus sekolah, dan buta aksara yang terlibat beberapa jenis tindak pidana yang berdampak pada terciptanya konflik sosial.

“Setelah program inovasi Rumbai Koteka berjalan, pengendalian sosial pada perilaku kekerasan berhasil dilakukan. Hal ini dapat dilihat dari turunnya angka kriminalitas yang dilakukan oleh anak pada tahun 2017 terjadi 40 kasus dan pada tahun tahun 2020 mengalami penurunan yaitu 10 kasus,” jelasnya.

Baca juga:  Nakes Diserang di Tambrauw: 12 Saksi Diamankan, Ada 2 Kepala Kampung!

Dikatakan bahwa implementasi program tersebut sebelumnya melalui pendekatan dengan berbagai tokoh berdasarkan kearifan lokal yang hidup di masyarakat Kokoda.

Program ini dibantu oleh Yayasan Kesehatan Masyarakat dan untuk program kelas jauh. Adapun buku bacaan diperoleh dari para relawan Pustaka Bergerak Indonesia.

“Saat ini rumah belajar telah berkembang dan berada pada tiga lokasi di Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, dengan jumlah murid sebanyak 120 orang. Adanya komitmen dan dukungan pimpinan, melanjutkan kolaborasi antara para penggiat dan komunitas literasi, berkolaborasi dengan pihak pemda,” tambah Kapolda.

Kapolda berharap, ke depan untuk keberlanjutan program inovasi Rumbai Koteka diperlukan sejumlah program lain, yakni kerja sama antara Polri dan SD Al-Mujtahidin.

Bripka Sandry Yusuf Rante Datu selaku Bhabikamtibmas mengatakan, program yang digagas sejak 2017 ini mendapatkan berbagai kendala, salah satunya adalah perpindahan orang tua dari satu tempat ke tempat lain atau saat orang tua hendak ke kebun kerap diikuti oleh anak-anak.

Baca juga:  Suami Ratna: Dia Sudah Sering Mengancam Mau Bunuh Diri

“Ini yang jadi kendala selama ini sehingga kami sulit memantau perkembangan anak-anak,” ungkap dia.

Selama ini, kata Yusuf, anak-anak usia 6 sampai 10 tahun yang ikut didik di rumah baca Rumbai Koteka ketika sudah mengenal huruf, tulis baca, dan hitung akan direkomendasikan sekolah lanjutan formal di SD Al-Mujtahidin.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Sorong Kota, AKBP. Ary Nyoto Setiawan, S.IK., M.H., Kepala Biro Rena Polda Papua Barat, Kombes Pol S. Budi Prasetiyo, sejumlah perwakilan Yakesma serta perwakilan SD Al-Mujtahidin Kota Sorong.

Ada pula para Tim Panel terdiri dari Prof. Dr. J.B. Kristiadi, Prof. Dr. Siti Zuhro, Prof. Dr. Eko Prasojo, Dadan S. Suharmawijaya, Sri Haruti Indah Sukmawati, Haris Turino, Erri R. Harjapameko, Neneg Goenadi, Tulus Abadi, Rudiarto Sumarwono, dan Nurjaman Mochtar. (Lp3/Red)

Latest articles

DPRK Manokwari Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pelayanan Publik

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari mulai membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas dan Plafon...

More like this

Pengacara Minta Polisi Terdakwa Pemerkosaan di Manokwari Dibebaskan, Sebut Tuduhan Tanpa Bukti Sah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Penasihat hukum meminta majelis hakim membebaskan MA, polisi yang menjadi terdakwa...

KPK Ungkap Dana Operasional Fiktif Era Gubernur Papua Lukas Enembe Capai Triliunan

JAKARTA, LinkPapua.id – KPK mengungkap dugaan pencairan fiktif dana operasional Gubernur Papua Lukas Enembe...

Polres Mansel Gelar Operasi Jelang Temunas GPKAI, Amankan Pemobil Bawa Miras Terobos Razia

MANSEL, LinkPapua.id – Polres Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat menggelar operasi gabungan menjelang pelaksanaan...