Yacob Fonataba: Stunting PB Turun di Bawah 14%, Kemiskinan Ekstrem 4%  

Published on

MANOKWARI,Linkpapua.com – Penjabat Sekretaris Papua Barat Yacob S Fonataba mengungkap pencapaian pemerintah dalam menekan angka kasus stanting dan kemiskinan ekstrem setahum terakhir. Menurut Yacob, prevalensi stunting sudah turun di bawah 14%, dan kemiskinan ekstrem di angka 4%.

“Stunting sudah di bawah 14%. Tetapi pendataan dan intervensi akan terus dilakukan,” ujar Yacob, Senin (21/10/2024).

Dikatakannya, dari data yang ada, penurunan di bawah 14% terjadi dalam setahun terakhir. Meski begitu, Yacob menyebut masih ada kasus yang belum terinput.

Baca juga:  DPR Papua Barat Godok Raperda Tata Tertib, Kode Etik, hingga Pengelolaan SDA

“Melalui Satgas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem yang bekerja sama dengan OPD terkait akan terus melakukan pendataan hingga seluruh wilayah di Papua Barat terinput semuanya. Sekarang stunting berada di angka 13 sekian persen dan kami terus berupaya melakukan pendataan dan akan kami intervensi,” papar Yacob.

Diakuinya, pemprov mengalami kesulitan dalam inventarisasi pendataan ke daerah-daerah. Hal ini karena kondisi topografi daerah yang berbeda-beda dan sulit dijangkau.

Baca juga:  Progres Sudah 60%, Pemprov Papua Barat Dukung Pembangunan Gereja GPDP di Mansel

“Walaupun begitu kami terus bekerja dan kita optimis di akhir tahun 2024 kasus stunting bisa ditekan dengan data yang merata di seluruh wilayah Papua Barat,” tambah dia.

Menurut Yacob, ia telah mengimbau kepada 8 OPD agar realisasi programnya dipercepat dan selalu bekerja sama dengan Satgas Stunting dalam melakukan intervensi.

“Kemiskinan ekstrem terus menurun dari tahun ke tahun. Tahun 2022 di angka 9%, 2023 6% dan 2024 ini sudah pada angka 4%,” tambah dia.

Baca juga:  Polda Papua Barat Gelar Pangan Murah Bersama Bulog

Yacob menyebutkan, pemerintah terus melakukan upaya dalam penanganan kasus stunting dan kemiskinan ekstrem. Inventarisasi akan terus dilakukan sehingga yang sudah didata dapat di intervensi semua dan kasus yang belum didata agar dapat dilakukan inventarisasi dan diintervensi hingga semua merata 100%.

“Untuk stunting kita sudah dibawah target 14% dan untuk kemiskinan ekstrem akan terus diupayakan agar di akhir tahun 2024 dapat di angka 0%,” imbuhnya. (LP14/red)

Latest articles

Golkar Teluk Bintuni Matangkan Musda V, Fokus Regenerasi dan Pemilu 2029

0
TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Partai Golongan Karya Kabupaten Teluk Bintuni menyatakan seluruh persiapan Musyawarah Daerah ke-V telah memasuki tahap akhir. Panitia memastikan kegiatan akan berjalan sesuai...

More like this

Golkar Teluk Bintuni Matangkan Musda V, Fokus Regenerasi dan Pemilu 2029

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Partai Golongan Karya Kabupaten Teluk Bintuni menyatakan seluruh persiapan Musyawarah Daerah ke-V...

Gedung Baru Puskesmas Wosi Dibangun, Mugiyono Tekankan Soliditas Tenaga Kesehatan

MANOKWARI, Linkpapua.id-Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, menyebut Puskesmas Wosi sebagai salah satu garda terdepan pelayanan...

1.813 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB Unipa 2026, Pecahkan Rekor MuRI Mahkota dan Noken

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 1.813 mahasiswa baru mengikuti PKKMB Universitas Papua (Unipa) 2026 yang...