666 Tahun Islam Masuk Papua, Pemprov Papua Barat Tekankan Nilai Toleransi

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menekankan pentingnya menjaga nilai toleransi pada peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua yang akan digelar di Kabupaten Fakfak. Pemerintah menilai peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat kerukunan antarumat beragama di Papua Barat.

“Seluruh kegiatan keagamaan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama, memperkuat silaturahmi, solidaritas, dan kolaborasi antar-masyarakat sebagai modal pembangunan daerah,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026).

Baca juga:  Aktivis Papua Barat: Penembakan Hewan Konservasi Tanpa Izin Tindakan Terorisme

Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026 di Fakfak. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan telah menugaskan Wakil Gubernur Mohamad Lakotani bersama Ali Baham menghadiri kegiatan tersebut.

Selain itu, berdasarkan laporan panitia, acara akan dihadiri Gubernur Papua, perwakilan pemerintah pusat, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pemprov juga menegaskan dukungan terhadap berbagai agenda keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sosial dan penguatan persatuan masyarakat.

Ali Baham mengatakan dukungan pemerintah tidak hanya diberikan pada peringatan masuknya Islam di tanah Papua. Pemerintah juga mendukung pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Papua Barat di Kabupaten Kaimana, serta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni.

Baca juga:  Seluruh Fraksi DPRP Papua Barat Terima Ranperda APBD-P 2026, tapi Ada Catatan

Ali Baham menilai filosofi Satu Tungku Tiga Batu merupakan nilai utama yang harus terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Fakfak. Menurutnya, filosofi tersebut tidak hanya mencerminkan kehidupan harmonis antarumat beragama, tetapi juga menjadi pengingat bahwa toleransi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Wagub Papua Barat Ikut Tanam Perdana Padi Gogo, Dukung Swasembada Pangan

“Agama harus menjadi kekuatan yang mempersatukan masyarakat. Nilai Satu Tungku Tiga Batu menunjukkan bahwa seluruh agama yang berkembang di tanah Papua memiliki ruang yang sama untuk hidup berdampingan dalam semangat saling menghormati dan menjaga persaudaraan,” katanya.

Dia menambahkan kerukunan yang telah menjadi identitas Fakfak perlu terus dipelihara sebagai modal sosial pembangunan Papua Barat. Menurutnya, stabilitas daerah juga ditentukan oleh kemampuan masyarakat menjaga toleransi dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog serta semangat kebersamaan. (LP14/red)

Latest articles

Papua Selatan Terbanyak, BNPB Ungkap 1.430 Hektare Lahan Masih Terbakar

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.430 hektare lahan di Indonesia masih terbakar dan belum padam. Papua Selatan menjadi wilayah dengan...

More like this

Pengurus PORDI Papua Barat Bertabur Anggota Dewan, Haryono May Siapkan Event Nasional

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat...

KNPI Papua Barat Desak Presiden Evaluasi Pemangkasan DBH Migas Otsus 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat mendesak Presiden Prabowo...

DBH Migas Papua Barat Dipangkas 80 Persen, DPRP Siapkan Perlawanan Lewat Jalur Politik

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat menyiapkan perlawanan melalui jalur politik dan komunikasi langsung...