Jalankan Bisnis Pariwisata, Warga Turki Ubah Kewarganegaraan Jadi WNI di Raja Ampat

Published on

Manokwari-Seorang warga Turki berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Indonesia (WNI) dan saat ini menjalankan bisnis pariwisata di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat, Anthonius Ayorbaba mengambil sumpah dan janji pria bernama Tunc Yavuzdogan itu di Manokwari pada Senin (31/8).

Pria kelahiran Istanbul, 17 Agustus 1970 itu adalah President Directur sebuah Resort di Distrik Meos Mandar Raja Ampat.

“Yang bersangkutan sudah memenuhi persyaratan sesuai undang-undang nomor 12 tahun 2006. Sehingga hari ini kita melakukan pelantikan,” ucap Ayorbaba pada kegiatan tersebut.

Baca juga:  Dukung IKM, Pemprov Papua Barat Gelar Bimtek Kerajinan Anyaman di Raja Ampat

Sesuai aturan tersebut, lanjut Ayorbaba, pemohon harus memenuhi syarat diantaranya sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin pada waktu mengajukan permohonan serta sudah bertempat tinggal di Indonesia paling singkat 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut.

“Juga mengakui Pancasila dan Undang-undang Dasar tahun 1945, tidak pernah dijatuhi hukuman pidana,” kata Anthonius lagi.

Ia menyebutkan, proses perpindahan kewarganegaraan ini memakan waktu sekitar setahun. Kanwilkumham bersama Kepolisian dan pihak Imigrasi telah melakukan verifikasi seluruh dokumen persyaratan.

Baca juga:  Usai Dilantik, Hari ini Bupati Yohanis Manibuy Lanjut Retret ke Akmil

“Hari ini anda sudah sah menjadi warga negara Indonesia. Maka anda memiliki hak dan kewajiban. Kami berharap anda dapat bekerja dan terlibat dalam membangun dan mengabdi sebagai warga negara Indonesia yang baik dengan melakukan karya-karya nyata di lingkungan sekitar anda,” pesan Kakanwil pada pelantikan tersebut.

Tunc Yavuzdogan usia pelantikan itu menyebutkan, dirinya sudah 12 tahun berada di Indonesia. Setelah sekian lama berada di nusantara ia pun memutuskan untuk berpindah kewarganegaraan.

Baca juga:  KONI Pusat Harap Musorprov Bawa Papua Barat Berbenah Hadapi PON Aceh

“Sejak tiba di Indonesia saya sudah jatuh cinta. Setelah berfikir panjang akhirnya saya memutuskan untuk menjadi WNI,” kata dia.

Tunc juga mengatakan, sudah sejak 2013 menjalankan bisnis pariwisata di Raja Ampat. Istrinya dan dua anaknya masih berkewarganegaraan Turki.

Dua anaknya saat ini masih berada di Turki sedangkan sang istri bekerja sebagai manager di Perusahaan Adidas di Jakarta.

“Mereka masih warga Turki tapi Mudah-mudahan nanti mereka juga mau menjadi WNI,” pungkasnya.(LPB1/red)

Latest articles

Wabup Bintuni Buka Palang Gelanggang Argosigemerai Usai Ribut Suporter, Sebyar Cup...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Joko Lingara membuka pemalangan Gelanggang Alun-Alun Argosigemerai di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Aksi pembukaan palang dilakukan...

More like this

290 Rider Trabas Jalur ‘Jelajah Bumi Wapramasi’ Perayaan 1 Dekade SPMX

MANOKWARI, LinkPapua.id - Sebanyak 290 rider motor trail mengikuti kegiatan trabas bertajuk Jelajah Bumi...

Legislator DPR RI Obet Rumbruren Sosialisasi Program MBG di Manokwari, Soroti Logistik 

MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren menyosialisasikan program Makan...

Pengangguran di Papua Barat Turun, Pekerja Sektor Formal Capai 118.615 Orang

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai penurunan Tingkat Pengangguran...