888 Orang di Papua Barat Terpapar Corona, 921 Dalam Pantauan

Published on

Manokwari-Hingga saat ini tercatat sudah sebanyak 888 orang di Provinsi Papua Barat terpapar COVID-19, di sisi lain masih ada 921 dalam pemantauan karena memiliki riwayat kontak erat dengan pasien.

Pada Jumat 4 September 2020 Satgas COVID-19 Papua Barat kembali mencatat tambahan konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 27 kasus.Sedangkan pasien sembuh bertambah lima orang.

Juru bicara Satgas COVID-19 Papua Barat, Arnoldus Tiniap, Jumat (4/9), menyebutkan tambahan kasus positif ini ditemukan di Teluk Bintuni, Kota Sorong dan Manokwari.

Baca juga:  Paulus Waterpauw Lantik 10 Pejabat Eselon II, 2 Jabatan Diperpanjang

“Tambahannya cukup signifikan, di Teluk Bintuni 11 kasus baru, Kota Sorong sembilan dan Manokwari tujuh. Kita harus lebih waspada grafiknya sudah semakin tinggi,” ucap Arnold.

“Untuk pasien yang berhasil sembuh hingga hari ini tercatat sebanyak 604 orang atau 68 persen dari total kasus. Meninggal dunia 15 orang,” kata Tiniap lagi.

Ia menyebutkan, lima pasien yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada Jumat (4/9) berasal dari Teluk Bintuni sebanyak empat orang dan satu dari Manokwari.

Baca juga:  Kanwil Kemenkum Papua Barat Gelar Mobile IP Clinic, Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual di Sektor Olahraga

Arnold merinci, konfirmasi positif di Kota Sorong tercatat sebanyak 458 kasus, 296 sembuh dan sembilan meninggal dunia. Di Kabupaten Manokwari 132 kasus, 83 sembuh dan tiga meninggal dunia.

Kabupaten Sorong 108 positif, 103 sembuh dan satu orang meninggal dunia. Teluk Bintuni dari 100 kasus positif, 57 orang berhasil sembuh dan kasus kematian kosong.

“Empat daerah ini temuan kasusnya cukup tinggi dibanding daerah lain. Kami berharap Satgas terus sigap dan bergerak cepat dalam melakukan tracing kontak,” kata Arnold menambahkan.

Baca juga:  100 Persen Produk Lokal, Gerai Papua Barat Ramai Pengunjung di Hipmi Expo Jakarta

Daerah lain di Papua Barat yang sudah terpapar COVID-19 antara lain, Teluk Wondama 27 kasus, Fakfak 25, Raja Ampat 19, Sorong Selatan 13, Kaimana, Manokwari Selatan dan Maybrat masing-masing dua kasus.

“Raja Ampat dan Kaimana sudah berhasil kembali ke zona hijau. Mudah-mudahan tidak ada temuan kasus baru. Kegiatan pencegahan harus dilakukan lebih ketat agar tidak tertular dari daerah tetangga,” ucap Tiniap lagi.(LPB1/red)

Latest articles

Pansus DPRP Papua Barat Soroti Besarnya SiLPA di LKPJ Pemprov 2025

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRP Papua Barat menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dalam pelaksanaan APBD Pemprov Papua Barat. Temuan ini...

More like this

Pansus DPRP Papua Barat Soroti Besarnya SiLPA di LKPJ Pemprov 2025

MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRP Papua Barat menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan...

Pansus DPRP Papua Barat Ultimatum OPD Mangkir Rapat LKPJ 2025

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pansus DPRP Papua Barat mengultimatum OPD yang mangkir dari rapat pembahasan...

Pemprov Papua Barat Target Raih Opini WTP, Komitmen Selesaikan Temuan BPK

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menargetkan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian...