2020 Lakalantas di Bintuni Naik, Tahun ini Fokus Tindak Pengendara Mabuk

Published on

BINTUNI, linkpapua.com – Polres Teluk Bintuni menggelar apel siaga Operasi Zebra 2021, Senin (15/11/2021). Operasi ini akan fokus pada wilayah kemacetan dan titik rawan kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Junov Siregar mengatakan, apel gelar pasukan ini merupakan wujud kesiapan Polda Papua Barat dalam menciptakan masyarakat yang tertib, patuh hukum dalam berlalu lintas. Kata dia, operasi ini juga sarana untuk konsolidasi.

“Permasalahan di bidang lalu lintas, di masa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis, hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk, yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perkembangan transportasi juga telah berada operasional order pada era digital dimana angkutan publik sudah berada dalam genggaman cukup menggunakan handphone.” kata Kapolres.

Karena itu kata Kapolres, modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya polantas. Sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut.

Baca juga:  Pidato Prabowo di PBB Dinilai Bikin Bangga: A Speech to Remember!

Menurut Kapolres, permasalahan itu tidak bisa ditangani oleh polantas sendiri. Butuh sinergitas antarpemangku kepentingan.

‘Pelaksanaan Operasi Zebra Mansinam tahun 2021 ini berbeda dengan pelaksanaan operasi zebra pada tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini dilaksanakan dalam situasi pandemi Covid-19,” jelasnya.

Kapolres juga memaparkan, sesuai rencana garis besar operasi, kegiatan ini dilaksanakan 100% berupa giat dengan mengedepankan preemtif & preventif.
Kegiatan mengedepankan sikap edukasi, persuasif, simpatik dan humanis.

“Ini untuk mememberikan kesadaran kepada masyarakat terhadap tata tertib dalam berlalu lintas maupun tumbuhnya disiplin masyarakat dalam menerapkan pola adaptasi kebiasaan baru guna memutus rantai penyebaran covid-19 di Papua Barat,” sebutnya.

Selain kegiatan bersifat humanis, perhatian Operasi Zebra juga dititikberatkan pada upaya penurunan titik lokasi kemacetan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

“Dengan sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi gangguan (G), ambang gangguan (AG) dan gangguan nyata (GN) yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran, laka pelanggaran dan laka lantas,” imbuh Kapolres.

Baca juga:  Kasus Hilangnya Iptu Tomi Marbun, Keluarga Resmi Lapor ke Polda Papua Barat

Berdasarkan data, angka lakalantas Operasi Zebra terus mengalami penurunan. 2019 mengalami penurunan sebanyak 67% dibandingkan periode tahun 2018.

Lalu pada 2020 juga mengalami penurunan sebanyak 12 dibandingkan periode tahun 2019.

Operasi Zebra 2018 dengan jumlah 5 kejadian sebanyak 6 kasus. Dengan rincian meninggal dunia 2 orang, luka berat 2 orang dan dengan luka ringan 5 orang.

Sedangkan di tahun 2019 data laka lantas Operasi Zebra dengan jumlah kejadian sebanyak 2 kasus. Dengan rincian meninggal dunia nihil, luka berat nihil, luka ringan 2 orang dengan kerugian materil 2 juta rupiah

Di tahun 2020 data lakalantas Operasi Zebra mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2019. Dengan jumlah kejadian sebanyak 3 kasus. Rinciannya meninggal dunia nihil, luka berat 3 orang, luka ringan 20 orang dengan kerugian materil Rp61 juta.

Jumlah pelanggaran lalu lintas operasi zebra tahun 2018 sejumlah 2.227 pelanggaran dengan jumlah tilang sebanyak 2.115 lembar dan teguran sejumlah 112.

Jumlah pelanggaran lalu lintas Operasi Zebra Mansinam 2019 ada 1.876 pelanggaran, dengan jumlah tilang sebanyak 161 lembar dan teguran sejumlah 265.

Baca juga:  HUT Lalu Lintas Bhayangkara, Polres Teluk Bintuni Ajak Masyarakat Tingkatkan Ketertiban Berlalu Lintas

Jumlah pelanggaran lalu lintas Operasi Zebra Mansinam 2020 sejumlah 287 pelanggaran, dengan jumlah tilang nihil dan teguran sejumlah 287.

Sementara 2021 ini akan dilaksanakan selama 14 hari, yang dimulai dari tanggal 15-28 November 2021, secara serentak di seluruh indonesia. Sasaran prioritas Operasi Zebra 2021 di wilayah Polda Papua Barat yaitu pengemudi sepeda motor yang tidak mengunakan menggunakan helm, menerobos traffic light, mengemudikan kendaraan bermotor dalam keadaan dipengaruhi minuman beralkohol dan anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan.

“Dengan penindakan sasaran prioritas pelanggaran lalu lintas tersebut maka diharapkan Operasi Zebra tahun ini dapat menekan angka jumlah korban fatalitas, meminimalisir kemacetan lalu lintas dan terwujudnya kamseltibcar lantas yang dilaksanakan 100% giat preemtif dan preventif dengan mengedepankan kegiatan edukasi, persuasif, humanis guna meningkatkan simpati masyarakat terhadap polantas” tutup Kapolres. (LP5/red)

Latest articles

BKPP Teluk Bintuni Serahkan 100 Peserta Latsar ke Brigif 26/Gurana Piarawaimo

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni, Sefnat N. Manikrowi, secara resmi menyerahkan 100 peserta Latihan Dasar...

More like this

BKPP Teluk Bintuni Serahkan 100 Peserta Latsar ke Brigif 26/Gurana Piarawaimo

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni,...

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kebakaran di Jayapura

JAYAPURA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat Dok 08 Jayapura...

Wabup Joko Kunjungi CJH Teluk Bintuni di Asrama Haji Sudiang Makassar: Semoga Mabrur!

MAKASSAR, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara mengunjungi rombongan calon jemaah...