Demo Guru Kontrak di Bintuni Diwarnai Insiden Pengancaman Wartawan

Published on

BINTUNI, linkpapua.com- Aksi unjuk rasa guru kontrak di Kantor Bupati Teluk Bintuni, Selasa (17/5/2022) diwarnai insiden pengancaman terhadap wartawan. Wartawan RRI, Dina Rianti mengaku mendapat teriakan bernada mengancam dari salah seorang peserta aksi.

Dina menyampaikan, saat sedang melakukan tugas peliputan di arena aksi, ia sempat mendengar teriakan suara keras yang berasal dari salah satu peserta aksi. Ia mengaku diteriaki dengan kasar dan bernada mengancam.

“Saya ada sementara di cooling dari Jakarta untuk laporan. Jadi saya bicara dengan ketua PGRI untuk minta waktu wawancara, yang sementara ada menunggu laporan dari daerah lain. Kami dua ada berdiri dekat tangga ruangan Wabup, dan tiba – tiba mereka teriak dari jauh. Ada yang ancam bicara kasar tapi saya lupa bicara apa,” tutur Dina.

Baca juga:  Kunjungi Bintuni, Ketua Bawaslu PB Ingatkan Anggota Bekerja Sesuai Asas

Dari insiden kecil tersebut, menurut Dina secara spontan ia juga menyahut dengan suara teriakan. Ia bermaksud memberitahu bahwa ia sementara laporan untuk ikut serta memperjuangkan nasib para guru kontrak melalui media tempatnya bekerja selama ini.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris PGRI Rasyid Woretma menyesalkan insiden itu. Rasyid atas nama organisasi menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang kurang menyenangkan tersebut.

“Saya klarifikasi, artinya saya pribadi maupun organisasi ingin dan mewakili teman-teman kami mengucapkan permintaan maaf, saya dengan Mbak Dina cukup kenal baik, kami kenal sudah lama,” terangnya

Baca juga:  Sopir Profil Air Mei Ewusi Meriahkan HUT RI dengan Konvoi di Manokwari

Rasyid Woretma juga menjelaskan, insiden itu sebenarnya hanya ekses kecil dari aksi tadi. Kemungkin tadi adalah ekspresi kekesalan dari para guru kontrak karena tidak dapat bertemu bupati.

“Tindak lanjut apa yang harus kita lakukan, jadi tadi itu rekan rekan maunya ketua PGRI berbicara dulu terkait hasil sama teman-teman guru dulu semua. Kemudian selesai itu baru wawancara,” tuturnya.

Selaku pengurus PGRI pihaknya juga telah menengahi masalah ini. Sebab kehadiran wartawan dalam aksi ini juga membantu perjuangan guru kontrak.

“Apalagi sekelas RRI ini kan media nasional yang juga milik pemerintah untuk masyarakat” pungkasnya.

Baca juga:  Banjir Kota Sorong Akibat Pendangkalan Drainase, Relokasi Warga Tengah Diupayakan

DPRD Ikut Sayangkan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Teluk Bintuni Erwin Beddu Nawawi sangat menyayangkan adanya teriakan bernada mengancam terhadap salah satu wartawati Bintuni yang sedang melaksanakan tugas.

“Artinya kalau ada ancaman dari para oknum-oknum kepada wartawan, dan bila hal itu terjadi sangat disayangkan,” ucapnya.

Menurut Erwin, profesi wartawan pada dasarnya turut membantu mengawal jalannya proses pembangunan di daerah. Wartawan mempublikasikan realita yang sedang terjadi. Mereka bekerja dengan karya jurnalistik.

“Jadi kita semua harus bisa menghargai tugas pers. Itulah kenapa pers dilindungi dengan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers,” imbuhnya. (LP5/)red)

Latest articles

Pemprov Siapkan Penyerahan Program Prioritas Saat HUT Ke-27 Papua Barat

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyiapkan penyerahan simbolis sejumlah program prioritas saat peringatan hari ulang tahun (HUT) HUT ke-27 Papua Barat....

More like this

361 Pejabat Pemkab Manokwari Dilantik, Bupati Hermus Tekankan Kinerja dan Sinergi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou melakukan rotasi dan pelantikan besar-besaran terhadap pejabat...

HUT ke-81 TNI, Prajurit Diminta Terus Jaga Kepercayaan Rakyat

MANOKWARI, Linkpapua.id– Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) digelar...

TNI Kuasai Markas OPM di Maybrat Papua Barat Daya, 2 Anggota Manfred Fatem Tewas

MAYBRAT, LinkPapua.id – TNI menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap Sorong Raya di...