Obet Rumbruren: MBG Bukan Sekadar Makanan Gratis, tapi Investasi Masa Depan Bangsa

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi strategis untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi MBG yang digelar di Asrama Mahasiswa Sorong, Distrik Amban, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, beberapa waktu lalu.

Menurut Obet, program MBG merupakan bagian dari komitmen nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak di seluruh pelosok Indonesia, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), mendapatkan akses gizi yang layak.

Baca juga:  Kajati Papua Barat Buka Pekan Olahraga Adhyaksa

“Bicara soal masa depan bangsa, kita tidak bisa lepas dari gizi anak-anak. Ini bukan hanya soal makanan gratis, tapi soal mencerdaskan generasi penerus,” ujarnya.

Dia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada efektivitas pengelolaan anggaran, khususnya untuk sektor pendidikan dan kesehatan.

Kegiatan sosialisasi di Manokwari ini disambut antusias mahasiswa dan masyarakat, mencerminkan mulai terbukanya dukungan publik terhadap program MBG yang sebelumnya sempat memicu perdebatan.

Baca juga:  Hanya 4 Hari, TNI-Polri Selesaikan Pembangunan 2 Jembatan di Kampung Fakario

Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Muhammad Suhud, menyatakan bahwa Papua Barat menjadi salah satu wilayah prioritas pelaksanaan MBG. Namun, dari target 16 dapur gizi yang direncanakan, baru 4 unit yang beroperasi di wilayah perkotaan.

“Ini bukan soal dana, tapi soal kesiapan dan pemahaman masyarakat untuk memenuhi standar pembangunan dapur gizi,” katanya.

Sejak berdiri pada Agustus 2024, BGN telah menyiapkan ribuan satuan pelayanan gizi (SPPG) serta melatih 32.000 kepala dapur untuk mendukung pelaksanaan MBG secara nasional. Tahun ini, pemerintah menargetkan 82 juta penerima manfaat dengan alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun, yang akan meningkat pada tahun berikutnya.

Baca juga:  Personel Polresta Manokwari Jalani Pemeriksaan Kesehatan Berkala Tahun 2026

Suhud turut memaparkan tiga model dapur gizi yang akan diterapkan, yakni Dapur Mandiri, Dapur Mitra BGN, dan Dapur BGN langsung, yang masing-masing dikelola oleh 45 hingga 50 relawan lokal dengan sistem upah harian. Skema ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah. (*/red)

Latest articles

Dua Kali jadi Kapolres di Papua Barat, AKBP Hari Sutanto Pamit

0
MANOKWARI, Linkpapua.id– AKBP Hari Sutanto mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolres Teluk Bintuni setelah dipercaya menjalankan tugas di wilayah tersebut.Hari mengaku mendapatkan kesan yang sangat...

More like this

Dua Kali jadi Kapolres di Papua Barat, AKBP Hari Sutanto Pamit

MANOKWARI, Linkpapua.id– AKBP Hari Sutanto mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolres Teluk Bintuni setelah dipercaya...

Kapolda Papua Barat Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Dua Kapolres

MANOKWARI, Linkpapua.id-Kepolisian Daerah Provinsi Papua Barat, Kamis (2/7/2026) menggelar serah terima jabatan (Sertijab) di...

Baru 3 Daerah Isi Sipatuham, Kanwil Kemenham Papua Barat Dorong Mansel Segera Nyusul

MANSEL, LinkPapua.id – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenham) Papua Barat mendorong...