Keluarga Korban Penembakan di Prafi Minta Kodam Kasuari Sigap dan Transparan

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Keluarga Rafael Ivan Balaweling, korban penembakan yang terjadi di Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Minggu (3/6/2022), meminta Kodam XVII/Kasuari dan Pom Kodam sigap dan terbuka dalam proses hukum yang sementara berjalan.

Yenita Balaweling selaku perwakilan keluarga menilai kasus yang ditangani Pom Kodam XVIII/Kasuari terkesan lamban dan tidak transparan.

“Saya sebagai kaka (kakak) korban merasa kasus ini sepertinya penanganannya lamban dan tidak transparan. Sepertinya macam belum ada kelanjutannya begitu” ucap Yenita, Minggu (19/6/22022)

Baca juga:  HUT ke-70 Humas Polri, Polda Papua Barat Komitmen Mengayomi dan Jadi Jembatan Informasi

Peristiwa penembakan diduga dilakukan oleh Sertu AFTJ, anggota Kodam XVIII/Kasuari pada malam pesta pernikahan dengan saudara tertua dari Ivan.

“Kami mendapat kabar bahwa akan dilakukan rekontruksi kasus penembakan, tetapi keluarga belum mendapat kabar resmi dari pihak Pom Kodam,” akunya.

Yenita mengatakan, satu pekan setelah insiden tersebut, dirinya bersama keluarga lainnya diperiksa oleh pihak penyidik Pom Kodam.

Baca juga:  Gandeng KPP Pratama Manokwari dan BNI, Kudam XVII Kasuari Tingkatkan Kemampuan Personel Pembuat Wabku

“Ia satu pekan setelah peristiwa kami sempat diperiksa. Penyidik datang ke rumah, kebetulan saya waktu kejadian itu berada tepat di belakang almarhum sehingga saya juga turut di periksa,” katanya.

“Setelah diperiksa kemudian kita tanda tangan di lembaran kertas Berkas Acara Pemeriksaan (BAP), setelah itu belum ada lagi informasi dari pihak Kodam soal perkembangannya ke kami,” ucapnya.

Baca juga:  Kajati Papua Barat Buka Pekan Olahraga Adhyaksa

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispendad), Brigjen TNI Tatang Subarna, mengatakan bahwa mekanisme hukum di TNI AD akan dijalankan sesuai prosedur dan transparan. “Artinya tidak ditutup-tutupi. Kita ikuti arahan Bapak Kasad terkait penegakan hukum di militer,” terangnya.

Sementara, Kapendam Kodam XVIII/Kasuari, Kolonel Hendra Pasireron, yang dikonfirmasi terkait perkembangan penyelidikan kasus ini belum memberikan tanggapan. (LP2/Red)

Latest articles

FASI III Papua Barat Digelar 13–14 November, 5 Kafilah Siap Berkompetisi

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) III tingkat Provinsi Papua Barat akan digelar pada 13–14 November 2026. Sebanyak 5 kafilah dari kabupaten...

More like this

Etik 3 Polisi Terpidana Rudapaksa di Manokwari, Ibu Korban Minta Ketegasan Polda

MANOKWARI, LinkPapua.id – Suryanti, Ibu korban rudapaksa di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mempertanyakan ketegasan...

Satreskrim Polresta Manokwari Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pelajar, Peragakan 32 Adegan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Manokwari pada Kamis (5/11/2026)menggelar rekonstruksi kasus...

Datang Bersama Anak dan Ibu, Korban KDRT Cari Keadilan di PN Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Nur Qisti (29), memprotes proses...