Bayar Retribusi Sampah Tetap Menumpuk di Pasar Sentral Bintuni, Mana Pengelola?

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Sampah di Pasar Sentral Bintuni, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, kembali menuai sorotan. Tumpukan sampah jadi pemandangan lazim untuk pedagang maupun pengunjung. Padahal, retribusi dibayarkan tiap bulan.

Tingginya aktivitas pasar ini sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli, berdampak pada banyaknya tumpukan sampah.

Sampah yang dihasilkan antara lain berbentuk organik, seperti potongan sayur-mayur, daging, ikan, dan juga sembako lainnya. Ditambah sampah jenis anorganik.

Baca juga:  Masih Banyak Pelanggar, Operasi Zebra di Teluk Bintuni akan Dialihkan Malam Hari

Pantauan Linkpapua.com, Rabu pagi (13/7/2022), salah satu tumpukan sampah berada di tempat pembuangan sementara (TPS) sisi tengah pasar.

Sampah tersebut sudah menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu penciuman. Tak hanya itu, akibat tumpukan sampah ini juga menimbulkan banyak lalat yang beterbangan. Sampah juga menutup sebagian areal ruas jalan keluar masuk pasar ikan dan sayur.

Permasalahan sampah memang kerap dikeluhkan warga di pasar. Akibat seringnya sampah yang menggunung, warga bahkan sudah jenuh dan bosan menyampaikan keluhan.

Baca juga:  Polisi Terus Kejar KKB Pelaku Penyerangan di Moskona

Di lokasi yang sama, salah seorang pedagang pasar mengaku tiap bulan telah membayar retribusi sebesar Rp.60.000 untuk biaya kebersihan sampah kepada petugas.

“Aduh. Kami sudah bosan diwawancara mengenai sampah. Percuma, Mas, diwawancara,” kata salah seorang warga.

Sebelumnya, Pemerintah Distrik Bintuni dan sejumlah organisasi kepemudaan lainnya berjibaku membersihkan sampah-sampah di area pasar pada 2 Juli lalu. Namun, faktanya Kini sampah-sampah tersebut terlihat kembali menggunung.

Baca juga:  TK PGRI SP IV Teluk Bintuni Lepas 45 Peserta Didik

Linkpapua.com telah melakukan berbagai upaya konfirmasi kepada pihak terkait. Salah satunya ke Perusahaan Daerah (Perusda) Bintuni Maju Mandiri yang mengelola sampah di area pasar, tetapi belum membuahkan hasil.

Selain pimpinan yang belum bisa dihubungi, kantor Perusda Bintuni Maju Mandiri hingga kini masih dipalang akibat gaji pegawai yang belum dibayarkan. (LP5/Red)

Latest articles

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam regulasi Orang Asli Papua (OAP) yang dinilai belum mengakomodasi kebutuhan...

More like this

Mudah Pindah Faskes JKN, Bumil di Manokwari Terbantu Sambut Persalinan Anak Ke-4

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ibu hamil (bumil) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ema Onawame (27)...

Polres Mansel Gelar Operasi Jelang Temunas GPKAI, Amankan Pemobil Bawa Miras Terobos Razia

MANSEL, LinkPapua.id – Polres Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat menggelar operasi gabungan menjelang pelaksanaan...

Kurasi Sastra Lisan 7 Suku, Wabup Bintuni Minta Segera Dibukukan

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta sastra lisan...