MUI Papua Barat: Solat Idul Adha Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Published on

MANOKWARI-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat, Achmad Naustrau mengimbau Panitia Hari Besar Islam (PHBI) di seluruh daerah menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada pelaksanaan solat Idul Adha 1441 H/2020.

“Insa Allah kita pastikan, solat Idul Adha tahun ini tetap kita laksanakan namun wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kami juga berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19,” ucap Naustrau.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran. Lokasi solat Idul Adha di Papua Barat akan diperbanyak untuk mencegah kerumunan jamaah dalam skala besar dan menimbulkan persoalan pandemi virus corona di daerah tersebut.

Baca juga:  Fitur Antrean Online Mobile JKN Diminati Peserta di Manokwari, Hemat Waktu Berobat

Achmad menyebutkan, Indonesia saat ini masih dalam situasi pandemi virus corona. Sejumlah daerah di Papua Batat pun masih ada penularan hingga kini. Tata cara peribadatan terutama pada pelaksanaan solat Idul Adha perlu diatur dalam rangka mencegah penularan COVID-19.

Achmad menjelaskan, pelaksanaan solat Idul Adha pada Jumat (31/7) mendatang akan dilaksanakan dengan memanfaatkan masjid, musola serta lapangan kecil di setiap kompleks. Lapangan besar tidak akan digunakan karena bisa memicu kerumunan jama’ah berskala besar.

Baca juga:  Wabup Bintuni Pantau Pasar Jelang Nataru, Temukan Harga Cabai-Bawang Naik

“Protokol kesehatan wajib dilaksanakan dengan membatasi jumlah jamaah serta mengatur jarak yang aman, minimal satu meter pada saat pelaksanaan solat. Jamaah juga wajib mengenakan masker, bawa sajadah dari rumah dan lain sebagainya,” ucap Achmad lagi.

Selain pelaksanaan solat, lanjut Naustrau, protokol kesehatan juga wajid dilaksanakan pada saat penyembelihan hewan kurban hingga teknis pendistribusianya.

“Daging hewan kurban tidak boleh dibagi di masjid atau lokasi penyembelihan untuk mencegah antrean dan kerumanan warga. Petugas masjid harus disiapkan untuk mendistribusikan ke rumah-rumah,” katanya lagi.

Baca juga:  Lewat Drama Adu Penalti, Original 50 Kunci Gelar Juara

Naustrau mengimbau, panitia kurban di seluruh daerah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan kesehatan hewan. Sesuai syariat, hewan harus sehat dan disembelih dengan cara yang tepat.

“Untuk pembagian hewan kurban sekali lagi saya tekankan panitia harus mendistrikan ke rumah-rumah. Data warga harus jelas dan pembagian harus merata serta tepat sasaran,” katanya lagi.(*/LPB1)

Latest articles

Yohanis Manibuy Sambut Kajati Papua Barat, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,S.E.,M.H., menyambut langsung kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, I Putu Gede Astawa, S.H., M.H., di Bandar Udara...

Suny Syamsu Terpilih Pimpin Golkar Kaimana

More like this

Fraksi Nasional DPRK Manokwari Desak Pembenahan APBD, PAD hingga Belanja Disorot

MANOKWARI, LinkPapua.id – Fraksi Nasional Bersatu DPRK Manokwari mendesak Pemkab Manokwari membenahi pengelolaan keuangan...

Gerak Jalan Meriahkan HUT Ke-81 RI di Teluk Bintuni, Diikuti Pelajar-Warga

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemkab Teluk Bintuni, Papua Barat, menggelar lomba gerak jalan untuk...

Anggota DPRK Teluk Wondama Jaring Aspirasi di Distrik Wasior, Borong Dagangan Mama Papua

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Anggota DPRK Teluk Wondama dari Daerah Pemilihan (Dapil) III menjaring...