Masyarakat Arfak Ancam Tutup Perkantoran Sampai 11 Distrik Dikembalikan

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Masyarakat Arfak ancam tutup perkantoran terutama Kantor Gubernur Papua Barat, Kantor DPR Papua Barat, dan kantor MRP Papua Barat, hingga 11 distrik dikembalikan ke wilayah pemerintahan Manokwari.

Koordinator aksi, Zakeus Amnan, kepada wartawan, Minggu (4/9/2022), mengatakan tujuan aksi masyarakat adat Arfak yang akan dilakukan Senin (5/9/2022) besok, yakni Kantor Gubernur, DPR, dan MRP Papua Barat serta akan dipalang sampai 11 distrik dikembalikan ke Manokwari.

“Masyarakat Arfak minta sebelum pemekaran Provinsi Papua Barat Daya (PBD), 11 distrik bisa dikembalikan ke Manokwari karena daerah itu merupakan wilayah adat Arfak,” ungkapnya.

Baca juga:  162 Calon Jamaah Haji asal Manokwari Ikuti Manasik Haji

Tak hanya perkantoran, masyarakat Arfak sudah melakukan pemalangan di Gunung Doa/Kali Buaya, Distrik Sidey, Jalan Trans Papua Barat Manokwari – Sorong.

Dia berharap, pemerintah pusat menyelesaikan tapal batas antara Manokwari dan Tambrauw sebelum pemekaran Papua Barat Daya. “Kita bicara secara keseluruhan karena ada pencaplokan wilayah. Sehingga sebelum penetapan RUU Papua Barat Daya kita minta pemerintah pusat selesaikan soal tapal batas Manokwari-Tambrauw. Itu baru kita bisa selesaikan palang memalang yang kita lakukan,” paparnya.

Baca juga:  Pengurusan e-KTP Melonjak, Disdukcapil Manokwari Tambah 2 Alat Perekaman

Dia mengungkapkan, 11 distrik tersebut merupakan wilayah adat Arfak sehingga masyarakat akan menjaganya sampai kapan pun.

“Maunya kita kembalikan empat distrik dari Tambrauw ke Manokwari sehingga kita lakukan pembukaan palang. Kalau tidak ada jawaban soal tapal batas maka pemerintah pusat harus bertanggung jawab,” paparnya lagi.

Masyarakat Arfak yang akan melakukan aksi pemalangan besok sekitar 100 orang lebih. Massa akan melakukan aksi pemalangan pertama di Kantor Gubernur, lalu DPR, kemudian MRP Papua Barat.

Baca juga:  Simulasi Sispamkota, Kapolres Teluk Bintuni: Pastikan Keamanan Pemilu 2024

Dalam aksi besok, dia berharap ada perwakilan pejabat yang dapat menerima masyarakat.

Sebelas distrik yang dimaksud adalah empat distrik induk, yakni Kebar, Mubrani, Senopi, dan Amberbaken serta tujuh distrik pemekaran, yaitu Mawabuan, Manekar, Kasi, Kebar Timur, Kebar Selatan, Amberbaken Barat, dan Mpur.

Dia menambahkan, masyarakat suku besar Arfak meminta kepada tim pemekaran Papua Barat daya dapat menyampaikan ke pemerintahan Tambrauw, baik eksekutif maupun legislatif, untuk mengembalikan 11 distrik ke pemerintahan Manokwari. (LP9/Red)

Latest articles

‎Panitia Pesparawi Nasional XIV Papua Barat Terima Penghargaan Kemenag

0
PALU, LinkPapua.id – Panitia Pelaksana Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV 2026 menerima penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI atas penyelenggaraan Pesparawi Nasional...

More like this

Polisi MA Divonis Bersalah Kasus Kekerasan Seksual Ajukan Banding di PN Manokwari, Bukti Dinilai Terabaikan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Polisi berinisial MA mengajukan banding atas vonis 7 tahun penjara dalam...

Asap Pekat Ganggu Penerbangan di Rendani, Sejumlah Pesawat Tunda Pendaratan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Rendani Manokwari, Papua...

Polresta Manokwari Ungkap Kasus Kematian di Amban, Satu Tersangka Ditangkap

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan mengungkap perkembangan penyelidikan kasus kematian...