Soal Proyek Penunjukan Langsung, Pengusaha Asal Sorong Raya Merasa Dianaktirikan

Published on

SORONG, Linkpapua.com – Sejumlah pengusaha asli Papua dari wilayah Sorong Raya mengeluhkan soal pembagian paket proyek penunjukan langsung (PL) dengan dana yang bersumber dari dana otonomi khusus (otsus). Selama Provinsi Papua Barat berdiri, mereka merasa seperti dianaktirikan.

“Kami minta Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Papua Barat/PUPR) untuk merealisasikan janjinya. Bahwa akan dilakukan pembagian dana Rp25 miliar yang dibagi ke pengusaha asli Papua di wilayah Manokwari Raya Rp 17miliar dan wilayah Sorong Raya termasuk Fakfak Kaimana yang mendapat mendapat Rp8 miliar,” kata Yulianus Idji, salah seorang pengusaha, Selasa (20/9/2022)

Baca juga:  Dinas PUPR Papua Barat Bangun 144 Fasilitas MCK Atasi Pencemaran Lingkungan

Pembagian paket berdasarkan nilai, sekitar Rp8 miliar kepada pengusaha di wilayah Sorong Raya meliputi Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, Tambrauw, Raja Ampat, Kaimana, dan Fakfak.

Sementara, Rp17 miliar dibagikan ke wilayah Manokwari Raya meliputi Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.

“Menurut kami ini merupakan pembagian yang tidak adil. Meski demikian, selama ini kami terima saja,” ucap Yulianus.

Yulianus mengungkapkan, dari Rp8 miliar itu yang baru diberikan malah Rp2 miliar. “Sudah diberikan. Pembagian sedikit. Malah hanya dikasih Rp2 miliar, terus Rp6 miliar ke mana,” ketusnya?

Baca juga:  Forum IMT Manokwari: Dari Jodoh hingga Idealisme Cicero

Pengusaha lainnya, Nehemia, mengatakan pembagian paket pekerjaan seperti ini terus terjadi tiap tahun sejak Papua Barat terbentuk. Padahal, menurut dia, anggaran dana otsus kepada Papua dan Papua Barat sangat besar.

“Ini, kan, diperuntukkan buat orang asli Papua di semua sektor. Termasuk kami di bidang jasa konstruksi atau pengusaha asli Papua,” tutur Nehemia.

Sementara, Jeckson Bauk mengatakan selama ini melihat kondisi dan sistem di Dinas PUPR Papua Barat sangat mengecewakan.

Baca juga:  Raker USBA Tetapkan Stevanus Burdam dan David Umpes Jadi Pemimpin Adat

“Kami (dari Sorong Raya) seakan akan bukan punya provinsi ini. Di dalam sistem pembagian paket pekerjaan yang dilakukan oleh Kepala Dinas,” kata Jeckson.

Dia berharap Kepala Dinas PUPR menyikapi pembagian paket pekerjaan ini agar tidak terjadi ketidakadilan bagi sesama orang asli Papua di Papua Barat.

Paket pekerjaan penunjukan langsung atau PL merupakan kebijakan yang diberikan kepada para pengusaha atau kontraktor orang asli Papua.

Sementara, Pj Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Barat, Yohanes Momot, yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. (LP/Red)

Latest articles

Aksi Damai di Manokwari Desak Menag Lantik Barnabas Jadi Kanwil Kemenag

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Solidaritas Pemuda dan Masyarakat Suku Besar Arfak menggelar unjuk rasa untuk mendesak pelantikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua...

More like this

Khawatir Biaya Operasi Mahal, Lansia di Manokwari Bernapas Lega Berkat JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang lansia bernama Tabita (60) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, kini...

Gubernur Papua Barat: Jalan Rusak di Prafi Manokwari Diupayakan Diperbaiki 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan akan mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan...

Gubernur Papua Barat Serahkan 2 Motor untuk Pelayanan GKI Hatam Moile Meach

MANOKWARI, LinkPapua.id– Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan dua unit sepeda motor kepada Klasis...