DPR PB Sebut Pemotongan Dana Kampung Smainggei tak Ada Lagi Masalah: Sudah Dikembalikan

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com– Ketua DPR Papua Barat (DPR PB) Orgenes Wonggor mengatakan, telah meminta klarifikasi terkait pemotongan dana desa Kampung Smainggei, Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak kepada pendamping. Orgenes menyebut, hasil klarifikasi tak ditemukan indikasi penyimpangan.

“Sudah saya bertemu beberapa pendamping dan minta klarifikasi soal pemotongan dana kampung itu. Ternyata pemotongan dana tersebut sudah sesuai dengan rencana anggaran kegiatan kampung,” kata Wonggor, Ahad (23/9/2023).

Sebelumnya, pemotongan dana desa disampaikan oleh Kepala Kampung Smainggei Soleman Induwek di sela kunjungan kerja Komisi I DPR PB di Distrik Minyambouw, Kamis lalu. Wonggar mengatakan, pemotongan sempat dilakukan. Tapi sebagian kepala kampung tak setuju.

Baca juga:  Melalui FKP 2025, Polda Papua Barat Tingkatkan Akuntabilitas dan Kualitas Layanan Kepolisian

“Sudah sempat dipotong hanya saja sebagian kepala kampung tidak terima, tidak setuju. Ada juga yang tidak mau menyetorkan dan ditambah lagi isu-isu yang berkembang. Sehingga, para pendamping putuskan dana yang sudah dipotong dikembalikan lagi ke kepala kampung,” ujar Wonggor.

Wonggor menegaskan, klarifikasi soal pemotongan dana kampung ini penting disampaikan secara terbuka. Sehingga informasi menyangkut pengelolaan dana desa/kampung, khususnya di Kabupaten Pegunungan Arfak tidak bias.

Baca juga:  Update Covid-19 Mansel, 11 Kasus Aktif di Mansel

“Pemotongan dana itu sesuai dengan rencana anggaran kegiatan kampung, tapi tidak disetujui sehingga dana yang sudah dipotong sudah dikembalikan. Jadi tidak jadi dipotong, sudah dikembalikan ke masing-masing kepala kampung,” ujarnya lagi.

Menurutnya, penjelasan pendamping kampung, pemotongan dana desa/kampung, adalah satu kesatuan dengan program dan kegiatan kampung. Bukan inisiatif pendamping. Hanya saja di tengah pelaksanaannya muncul penolakan dari para kepala kampung.

“Klarifikasi ini meluruskan informasi soal pemotongan dana kampung agar tidak menjadi polemik. Saya juga akan sampaikan ke teman-teman komisi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung bahwa informasinya sudah jelas. Tidak perlu lagi dipersoalkan, tidak ada pemotongan yang dilakukan oleh para pendamping,” ungkap Wonggor.

Baca juga:  Ketua DPRP Papua Barat Soroti 4 Kabupaten Absen Seleksi Paskibraka 2026

Wonggor menambahkan, informasi soal pengelolaan dana desa/kampung yang didapati saat kunjungan kerja di Pegunungan Arfak menjadi referensi bagi DPR PB dalam meningkatkan tupoksinya.

“Informasi itu menjadi penting bagi kita Dewan supaya ke depan itu bisa kita mendorong pengelolaan dana kampung di kabupaten dan kota di Papua Barat lebih optimal, sehingga program dan kegiatan yang dibiayai benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/LP1.red) 

Latest articles

Ketua BP3OKP Papua Barat Dorong Kemandirian Ekonomi: Jangan Andalkan Dana Transfer!

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) RI Perwakilan Papua Barat, Irene Manibuy, mendorong masyarakat Papua membangun kemandirian ekonomi...

More like this

Ketua BP3OKP Papua Barat Dorong Kemandirian Ekonomi: Jangan Andalkan Dana Transfer!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) RI Perwakilan...

DTSEN Belum Mutakhir, BPS Papua Barat Ungkap Potensi Salah Sasaran Program

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat menyoroti pemutakhiran Data Tunggal Sosial...

Sentilan BP3OKP Papua Barat: Daerah Kaya SDA, tapi Masyarakat Miskin

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Barat menyoroti...