Waterpauw Kenang Awal jadi Pj Gubernur PB: UU Otsus Ditolak, tapi Akhirnya Didukung

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com- Paulus Waterpauw berbicara tentang awal-awal dirinya diangkat menjadi Pj Gubernur Papua Barat. Saat itu ia langsung dihadapkan pada tugas urgen merealisasikan UU Otonomi Khusus No 2 Tahun 2021.

Kata Waterpauw, tak mudah mewujudkan terbitnya UU Otsus. Berbagai kalangan di Papua menolak.

“Saya dihadapkan pada persoalan serius waktu itu. Karena saya harus meyakinkan teman teman di Papua bahwa UU Otsus untuk kemaslahatan bersama,” kenang Waterpauw di sela sela penyerahan memori jabatan Pj Gubernur PB, Kamis (9/11/2023).

Penolakan datang dari berbagai elemen. Dari para aktivis, ormas, dan kelompok pemuda. Bahkan di DPR PB juga awalnya mayoritas menolak.

Baca juga:  Tiba di Jakarta, Paus Fransiskus Disambut Tokoh Gereja dan Pejabat Negara

“Tapi saya selalu yakin bahwa saya bisa meyakinkan teman teman bahwa UU Otsus bukan untuk mendiskreditkan Papua. Tapi sebaliknya memberi keistimewaan pada tanah Papua,” terang dia.

“Puji Tuhan semua yang hadir tanda tangan menyatakan mendukung kebijakan pemerintah pusat. Dukung 3 Provinsi yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Itu tugas pertama saya yang cukup menantang tapi juga selalu saya kenang,” ujar Watetpauw.

Waterpauw mengatakan, sekarang dirinya akan menjalani fase baru sebagai pensiunan Polri. Tetapi kata dia, pengabdian pada negeri dan tanah Papua tak berhenti sampai di sini.

Meski telah purnabakti ia bertekad tetap memberikan sumbangsih.

“Saya sudah pensiun tapi jiwa pengabdian saya masih menyala nyala. Saya ingin terus memberi untuk tanah ini. Untuk negeri tercinta ini,” paparnya.

Baca juga:  Pemprov PB Gelar Festival Pangan Lokal, Libatkan 26 UMKM

Kepada semua elemen di Papua Barat, Waterpauw berpesan agar jangan lengah. Papua selalu menjadi persoalan utama di negara ini. Dan negara memberi perhatian besar pada tanah Papua.

“Saya juga ingatkan agar masyarakat selalu diperhatikan. Air bersih, masih banyak warga yang mandi di kali. Begitu juga guru, tenaga kesehatan harus mendapat perhatian.

“Pelayanan dasar yang belum maksimal dan sangat penting. Tantangan, kebiasaan warga selama covid membuat warga terkesan malas dan belum mau bekerja. Nah ini tugas utama dari OPD terkait untuk mengubah kebiasaan itu,” ucapnya.

Baca juga:  Wapres Ma'ruf Amin Hadiri HUT PI di Papua Barat Masih Tunggu Kepastian

Kepada Sekda dan seluruh pimpinan OPD dibantu Forkopimda, Waterpauw mengatakan, menjadi corong utama yang bisa menyuarakan berbagai persoalan. Seperti kurang gizi, stunting, kemiskinan ekstrem serta anak putus sekolah.

“Pj Gubernur Ali Baham dan Plt Sekda Fonataba diminta bergerak bersama mewujudkan Papua Barat yang lebih baik lagi. Dibantu semua kepala daerah yang ada. Pembangunan di ibukota provinsi tetap dilanjutkan agar menjadi corong pintu masuk Papua Barat,” pinta Waterpauw.

Menurutnya, Papua Barat hari ini sudah cukup dikenal. Keberhasilan itu agar dipertahankan ke depan. Kata Waterpauw, ini menjadi tanggung jawab bersama. (LP1/red)

Latest articles

Pemkab Manokwari Siapkan Digitalisasi Pajak untuk Perkuat PAD

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna menjaga kapasitas fiskal daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik. Bupati...

More like this

Pemkab Manokwari Siapkan Digitalisasi Pajak untuk Perkuat PAD

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna...

Bupati Bintuni Sambut 251 Prajurit Satgas Yonif 147, Tekankan Pendekatan Humanis

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyambut 251 personel Satgas Kewilayahan...

Musorprov KONI Papua Barat Belum Dijadwalkan, KONI Pusat :Kami Masih Tunggu Karateker

MANOKWARI, Linkpapua.id-Agenda Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat hingga...