Pj Gubernur Ali Baham Beberkan Tantangan Berat Papua Barat Menuju Indonesia Emas 2045

Published on

MANOKWARI,Linkpapua.com – Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, ASN harus menjadi penggagas dalam pembangunan jangka panjang. Karena itu, ia menekankan ASN untuk terus mengasah diri menghadapi tantangan masa depan.

Hal ini diutarakan Ali Baham saat membuka konsultasi publik rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, yang digelar di salah satu hotel di Manokwari, Selasa (20/2/2024).

“Hal ini merupakan pesan bagi generasi mendatang di Papua Barat”, terang Ali Baham.

Menurutnya, tantangan saat ini makin berat. Sangat berbeda dengan periode sebelumnya yakni RPJMPD mengedepankan upaya transformatif untuk memastikan ketercapaian cita-cita Indonesia Emas di Tahun 2045.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Mulai Lelang Perencanaan Pembangunan SMA TKN di Warmare

“Upaya transformasi harus menjadi semangat kolektif dan kolaborasi semua komponen bangsa di pusat dan daerah sehingga bangsa Indonesia memiliki cita-cita yang sama menjelang 100 tahun kemerdekaan RI,” paparnya.

Ali Baham menjelaskan, cita-cita tersebut harus menjadi bagian dalam kebijakan pembangunan daerah 20 tahun mendatang. Untuk itu Pemprov Papua Barat perlu menyusun RPJMPD yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025.

Ali Baham juga menilai konsultasi publik itu tahapan penting dalam kerangka sistem perencanaan pembangunan sesuai amanat UUD No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.

Baca juga:  Kasus Pemalsuan Dokumen CPNS, Pj Gubernur Papua Barat Minta Taat Hukum

“Dokumen yang kita susun ini, muatannya adalah tentang potensi kita, masalah yang dihadapi kemudian peluang serta tantangan tentunya selaras sesuai dengan jenjang pemerintahan kewenangan baik di pemerintah pusat juga yang terjadi di global saat ini,” jelas dia.

Baca juga:  Erni Sosang Prihatin, Banyak Anak Masih Hirup Lem Aibon di Manokwari

Ia mengatakan kesejahteraan memiliki sejumlah ukuran dan standar. Tergantung pada sektor masing-masing.

Dalam hal kesehatan, ia menilai daerah perlu memiliki teknologi yang mampu mengantisipasi masuknya penyakit baru. Sedangkan dalam ekonomi ialah tidak ada lagi permasalahan kemiskinan.

Selain itu menurutnya ada dua hal yang dapat dibangun bagi Papua di masa mendatang. Yakni pelayan masyarakat dan pelayan Tuhan.

“Untuk itu semua potensi harus dikembangkan. SDM kita harus mengandung kualitas pelayanan”, ucapnya. (LP12/red)

Latest articles

‎Panitia Pesparawi Nasional XIV Papua Barat Terima Penghargaan Kemenag

0
PALU, LinkPapua.id – Panitia Pelaksana Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV 2026 menerima penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI atas penyelenggaraan Pesparawi Nasional...

More like this

‎Panitia Pesparawi Nasional XIV Papua Barat Terima Penghargaan Kemenag

PALU, LinkPapua.id – Panitia Pelaksana Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV 2026 menerima...

Inflasi Papua Barat September Tembus 5,20% Dipicu Tarif Transportasi Melonjak

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Papua Barat pada September...

Polisi MA Divonis Bersalah Kasus Kekerasan Seksual Ajukan Banding di PN Manokwari, Bukti Dinilai Terabaikan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Polisi berinisial MA mengajukan banding atas vonis 7 tahun penjara dalam...