3 Arahan Pj Sekda PB ke OPD, dari Lahan Susweni hingga Audit BPK

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Penjabat Sekda Papua Barat Yacob Fonataba mengingatkan OPD agar memberi skala prioritas pada program jangka pendek. Program itu, di antaranya soal lahan pangan Susweni hingga audit BPK.

Yacob Fonataba menyampaikan, terkait budidaya di lahan Susweni, ia memerintahkan untuk menghitung jumlah produksinya. Dimulai dari awal benih ditanam serta hingga memasuki masa panen nanti.

“Sehingga kita bisa mengukur dan mengetahui berapa anggaran yang digunakan serta berapa hasil yang diperoleh. Jika ada pihak yang ingin mempertanyakan kita dapat mempertanggungjawabkan,” kata Yacob Fonataba, Senin (26/8) saat memimpin apel gabungan ASN d kantor Gubernur.

Baca juga:  Jelang Timnas Indonesia Vs Argentina, Jordi Amat Ungkap Memori Manis Lawan Messi

Yacob Fonataba mengingatkan bahwa hasil panen tidak digunakan sendiri oleh pemprov. Tetapi disalurkan ke pasar atau kepada pedagang pengumpul dan pengecer.

“Yang sudah panen dimohon untuk menghitungnya dengan baik. Sesuai kesepakatan kita di awal bahwa hasil panen kita salurkan ke pedagang pengumpul dan pengecer atau kepada mama-mama yang jualan. Bisa diberikan langsung atau dijual dengan harga yang serendah-rendahnya, lihat harga pasar kemudian bapak ibu intervensi masuk. Jadi tujuannya untuk intervensi pasar sehingga tidak terjadi kenaikan angka inflasi. Harga stabil,” jelas Yacob Fonataba.

Baca juga:  Gubernur Papua Barat Raih National Governance Awards 2026

Ketiga, Yacob mengimbau kepada OPD yang melakukan program kegiatan untuk menyusun petunjuk teknisnya secara jelas. Terutama menyangkut uraian kegiatan petunjuk dan sasaran yang terukur.

Diharapkan, bagi yang sudah melaksanakan kegiatan baik dalam bentuk hibah maupun kontraktual harus dilaksanakan dengan pengawalan yang terstruktur. Kata Yacob Fonataba , mekanisme pengerjaan harus benar benar diperhatikan.

“Jika kegiatan dilaksanakan maka perlu dilakukan monitoring awal untuk mendapatkan data apakan sesuai dengan petunjuk teknisnya atau tidak. Setelah itu menghitung jumlah anggaran dan realisasinya berapa sampai pada usia kegiatan harus mencatat dan membuat laporan,” tegas Yacob Fonataba .

Baca juga:  Survei Terbaru PWS: Elektabilitas Prabowo Ungguli Ganjar dan Anies

Yacob Fonataba menekankan hal tersebut dikarenakan hasil audit BPK terdapat banyak kekurangan. Ia juga menyebut banyak OPD yang belum membuat laporan secara terperinci.

“Untuk inspektorat saya minta bukan di akhir kegiatan baru melakukan monitoring atau pendampingan tetapi harus sudah dilakukan monitoring dan pendampingan dari awal. Jadi bukan terakhir kita diaudit BPK baru kita cari-cari data kelabakan sudah terlambat,” paparnya. (LP14/red)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan Tertib Berlalu Lintas

MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas...

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja Kalau Tak Ada Kontribusi!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP...