GRD Temukan Pelanggaran Seleksi CPNS Raja Ampat: Ada Kuota OAP Diambil Non-OAP

Published on

RAJA AMPAT, Linkpapua.com – Ketua Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) Komite Kabupaten Raja Ampat, Yohan Sauyai, mengatakan, pihaknya menemukan kejanggalan dalam proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 yang berpotensi merugikan peserta dari kalangan orang asli Papua (OAP). Kejanggalan itu antara lain ada peserta non-OAP yang lolos CPNS dengan mengambil alih kuota OAP.

“Ada kecurangan dalam proses seleksi hingga pengumuman. Di mana peserta non-OAP masik ke dalam kuota OAP. Ini jelas melanggar UU Otsus,” jelas Yohan, Rabu (15/1/2025)

Baca juga:  12 Tahun Proyek Air Baku di Bintuni tak Kelar, Kasihiw Soroti BWS PB

Menurut Yohan, pelanggaran itu merugikan OAP. Sebab jatah yang seharusnya menjadi hak OAP justru diambil alih peserta non-OAP.

“Apa gunanya otsus jilid 2 jika tidak menjamin asas pengakuan dan keadilan bagi OAP. Ini bagian dari marjinalisasi terhadap (OAP),” tegasnya.

Yohan Sauyai, menyatakan OAP selalu dirugikan. Menurutnya, kejanggalan dalam proses seleksi, terutama proporsi kuota 80:20 antara OAP dan non-OAP sebagaimana diatur dalam Otsus.

Baca juga:  Timnas Indonesia U-17 Tersingkir dari Piala Asia Usai Dibantai Korea Utara 0-6

“Kami mendapati adanya nama peserta yang diduga bukan OAP,  tetapi lolos pada formasi yang seharusnya diperuntukkan bagi putra-putri asli Papua. Jelas dugaan adanya pemalsuan administrasi oleh peserta non-OAP yang masuk dalam kuota OAP. Ini adalah pelanggan serius,” tandasnya

Selain itu, Yohan Sauyai, secara tegas  mempertanyakan konsistensi pemerintah dalam mengimplementasikan Otsus. Menurutnya, Otsus jilid 2 seharusnya menjadi peluang bagi negara untuk memberdayakan OAP.

Baca juga:  Dukung Layanan Selama RAFI, Ini Program Pertamina

Bukan justru menutup kesempatan putra-putri asli Papua dengan pelanggaran kuota OAP. Pelanggaran ini mencerminkan bahwa negara belum serius mengimplementasikan Otsus.

“Saya mengecam tindakan yang merugikan putra-putri asli Papua, dalam seleksi-hasil CPNS formasi tahun 2024 di Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya,” sambungnya.(LP3/Red)

Latest articles

Petrotekno Ungkap Alasan Jenazah Alumni Dikirim Kargo Tanpa Pendamping ke Bintuni

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Manajemen Petrotekno memberikan klarifikasi mengenai ketidakhadiran perwakilan lembaga saat proses pemulangan hingga pemakaman jenazah Kristian Roberto Suu, salah satu alumni...

More like this

Simulasi Sispamkota, Polda Papua Barat Asah Profesionalitas Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas

MANOKWARI, Linkpapua.id- Polda Popua Barat menggelar Simulasi Latihan Sispamkota dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan...

Bupati Hermus Janji Selesaikan Sengketa Lahan SD Inpres 45 Arowi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari, Hermus Indou pada Rabu (30/4/2026) mendatangi SD Inpres 45...

Refleksi 30 Tahun Otda, Lamek Dowansiba Soroti Kemandirian Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id– Momentum peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 diharapkan menjadi bahan refleksi bagi...