Papua Barat Pastikan Stok Pangan Aman untuk Ramadhan dan Idul Fitri

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman selama bulan Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri. Kendati demikian, inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor bahan pangan disiapkan untuk mengantisipasi kelangkaan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat, Lasarus Ullo, mengungkapkan bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan menggelar rapat guna membahas agenda sidak yang akan dilakukan di sejumlah pasar di Manokwari.

“Nantinya tim pengendali inflasi akan turun ke lapangan guna memastikan ketersediaan bahan makanan selama Ramadhan dan menjelang hari raya. Sidak akan dilakukan di Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi,” ujar Ullo usai mengikuti apel di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (3/3/2025).

Baca juga:  Sekda Papua Barat Tegaskan SPT Dinas Luar Daerah Harus atas Perintah Gubernur

Selain menyasar pasar, TPID juga akan mengecek stok pangan di gudang Bulog serta sejumlah distributor di Manokwari. Berdasarkan hasil sidak sebelumnya, stok pangan masih mencukupi hingga enam bulan ke depan.

“Ketersediaan pangan dari Bulog dan distributor mengatakan bahwa stok bahan pangan masih mencukupi dan dalam kondisi aman selama beberapa bulan ke depan. Namun, nantinya tim akan kembali melakukan sidak guna memastikan dengan pasti stok ketersediaan pangan di bulan Ramadhan ini,” jelasnya.

Baca juga:  Pertengahan Juli 2022, Serapan Anggaran Papua Barat Sudah 27,19 Persen

Meski secara umum stok pangan dinyatakan aman, Ullo mengkhawatirkan kelangkaan beberapa komoditas, seperti cabai dan tomat. Dia menduga ada permainan harga di tingkat pengumpul atau tengkulak yang menyebabkan kelangkaan di pasar, meskipun harga di tingkat petani tidak mengalami perubahan signifikan.

“Ada permainan dari pengumpul-pengumpul atau tengkulak bahan makanan yang mempermainkan harga di pasar demi mendapatkan keuntungan,” ucapnya.

Selain itu, Ullo juga mewaspadai potensi kelangkaan daging sapi dan ayam. Menurutnya, pemerintah saat ini mengalami kendala dalam mendatangkan ayam Day Old Chick (DOC) dari luar daerah. Namun, dia berharap stok ayam kampung yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

Baca juga:  Polisi Ringkus 3 Pelaku Pembobol Kantor KPU Papua Barat, 1 Mantan Napi

“Sementara, untuk ikan, yang terjadi adalah demi mendapatkan keuntungan nelayan lebih memilih menjual ikan yang mereka peroleh ke daerah lain. Hal inilah yang mengakibatkan kelangkaan ikan,” bebernya.

Untuk mengatasi hal tersebut, TPID telah berkoordinasi dengan para nelayan dan distributor agar lebih mengutamakan distribusi ikan di Manokwari guna mencegah potensi kelangkaan. (LP14/red)

Latest articles

Bupati Pegaf Targetkan Pemekaran 10 Distrik, Perjuangkan DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf), Dominggus Saiba, menargetkan pemekaran 10 distrik sebagai tahapan awal pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pegunungan Meiyakh...

More like this

Musprov PORDI Papua Barat Jadi Momentum Regenerasi Kepemimpinan, Haryono Calon Tunggal Ketua

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat menggelar Musyawarah...

Papua Barat Kerja Sama Lintas Provinsi Kendalikan Malaria di Perbatasan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memperkuat kerja sama lintas provinsi dengan...

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,16% di Triwulan III 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Provinsi Papua Barat tumbuh 3,16% pada triwulan III 2026 dibandingkan...