Wagub Papua Barat soal Ubah Nama Bandara Rendani: Harus Disepakati Semua Pihak

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat, Mohamad Lakotani, menyebut perubahan nama Bandara Rendani Manokwari harus melalui kesepakatan bersama semua pihak. Dia menekankan, keputusan perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat agar dapat diterima secara luas.

Lakotani mengatakan, Bandara Rendani merupakan salah satu bandara representatif di Papua Barat sehingga perubahan nama tidak bisa diputuskan secara sepihak. Pemerintah provinsi, kata dia, berencana mengundang berbagai elemen masyarakat untuk mendiskusikan usulan tersebut.

“Untuk memutuskan perubahan nama perlu duduk bersama-sama dan mendiskusikan agar keputusan yang diambil dapat diterima oleh semua,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (26/5/2025).

Baca juga:  Target Bupati Bernad dalam 100 Hari Kerja: Tegakkan Disiplin ASN-Honorer

Selain perubahan nama Bandara Rendani, Lakotani menyebut pendekatan serupa juga akan diterapkan dalam penentuan nama Rumah Sakit Provinsi Papua Barat yang hingga kini belum memiliki nama resmi.

“Iya, nanti kita akan bahas itu. Intinya nama yang diambil harus bisa diterima oleh semua orang sehingga tidak menimbulkan kegaduhan maupun keresahan di kalangan masyarakat luas,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengusulkan perubahan nama Bandara Rendani Manokwari menjadi Bandara Ottow-Geissler Rendani Manokwari.

Baca juga:  Yuk, Bayar Pajak! Bapenda Manokwari Gelar Pekan PBB P2

Usulan itu Hermus sampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) Bupati dan Konsultasi Publik RPJMD 2025–2030 di Auditorium TP-PKK, Manokwari, Selasa (22/4/2025).

Menurut Hermus, perubahan nama ini sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Ottow dan Geissler, dua tokoh pembawa Injil pertama ke tanah Papua melalui Pulau Mansinam di Manokwari.

“Sebagai tanah peradaban, tentunya kami sebagai penerus ingin mengabadikan kedua nama tersebut menjadi nama bandara di Manokwari sebagaimana yang terjadi di bandara-bandara lainnya,” ujarnya.

Baca juga:  Pj Gubernur Ali Baham Pamer Capaian 2023: Realisasi Pendapatan Tembus Rp7,8 T, PAD Lampaui Target

Hermus berharap, nama baru tersebut bisa memperkuat identitas sejarah dan budaya Manokwari sebagai pintu masuk peradaban di tanah Papua.

Sebagai informasi, Ottow dan Geissler merujuk pada Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler. Mereka adalah dua misionaris asal Jerman dari lembaga Zending Gossner Mission di Berlin, yang pertama kali membawa Injil ke tanah Papua, tepatnya ke Pulau Mansinam, Manokwari, pada 5 Februari 1855. (LP14/red)

Latest articles

Kemenag Papua Barat Libatkan ASN Lintas Agama dalam Gerakan Bersih Masjid

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) lintas agama dalam Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas)....

More like this

Kemenag Papua Barat Libatkan ASN Lintas Agama dalam Gerakan Bersih Masjid

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat melibatkan Aparatur Sipil...

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Bisa Diamati di Mana Saja?

JAKARTA, LinkPapua.id – BMKG menyebut Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 tidak dapat...

Sekda Papua Barat Ingatkan ASN Jadikan Al-Qur’an Pedoman Kerja dan Hidup

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere mengingatkan Aparatur Sipil...