Polemik Honorer Papua Barat, Kabiro Umum Bantah Cabut Laporan Polisi-Ngaku Difitnah

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Kepala Biro Umum Setda Papua Barat, Origenes Ijie, membantah telah mencabut laporan polisi terhadap oknum pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang diduga mengancam dirinya terkait proses pengangkatan tenaga honorer sebanyak 1.002 orang.

“Hingga saat ini saya tidak mencabut laporan polisi karena antara dari oknum BKD bukan menyerang jabatan sebagai Kepala Biro, tapi menyerang saya pribadi, sehingga berita bahwa saya telah mencabut laporan polisi itu hoaks,” ujarnya saat ditemui ruangan kerjanya, Senin (19/5/2025).

Dia menjelaskan dirinya dituding menghambat proses pengangkatan honorer dalam tahapan pengumpulan berkas. Bahkan, aksi demonstrasi yang berlangsung baru-baru ini turut memfitnahnya dengan tuduhan menambah 300 nama di luar formasi 1.002 honorer.

Baca juga:  Pastikan Mayoritas Dukungan, HERO Disambut Pendukungnya di Manokwari

“Seruan demontrasi itu cukup brutal dan memfitnah pribadi saya. Padahal, di dalam 1.002 tidak ada sama sekali nama-nama yang berasal dari Biro Umum yang saya rekomendasikan,” katanya.

Origenes mengklarifikasi bahwa dirinya memang memberikan rekomendasi untuk 200 orang—terdiri dari tenaga keamanan, petugas kebersihan, dan sopir—berdasarkan disposisi dari penjabat gubernur Ali Baham Temongmere dan gubernur sebelumnya, Dominggus Mandacan.

“Karena mereka memiliki disposisi, makanya saya langsung menyiapkan rekomendasi. Setelah terkumpul totalnya 200 orang, bukan 300 orang. Sehingga jika ada yang mengatakan 300 orang itu fitnah, saya punya data lengkap,” ungkapnya.

Baca juga:  Polda Banten Telah Panen Jagung Sebanyak 1.080,5 Ton selama 2 Quartal

Dia juga menyoroti tindakan oknum BKD yang memfoto dan menyebarkan berkas honorer ke media sosial, hanya satu jam setelah dokumen itu dia serahkan. Menurutnya, perbuatan itu melanggar etika sebagai ASN karena menyebarkan dokumen internal yang bersifat rahasia.

Dalam proses verifikasi data, Origenes juga menemukan 81 nama bermasalah dalam daftar honorer yang menurutnya tidak layak untuk diproses lebih lanjut. Dia bahkan menemukan adanya rekomendasi yang mencatut nama Kabiro Umum untuk orang-orang yang tidak pernah ia ajukan.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Siagakan 1 Unit Mobil Pemadam Amankan Fordasi

Origenes berharap laporan polisi yang ia ajukan terus berjalan demi mengungkap pihak-pihak yang mencoba mencemarkan nama baiknya dalam polemik honorer ini.

“Proses ini terus berjalan dan jika sampai saya menemui bahwa tanda tangan saya dipalsukan, maka saya akan kejar oknum itu sampai dia lepas NIP. Ini sudah merusak nama baik saya sehingga saya harap laporan polisi dapat terus berjalan mengungkap oknum-oknum yang merusak citra nama baik saya dan dapat segera dibersihkan,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Khawatir Biaya Operasi Mahal, Lansia di Manokwari Bernapas Lega Berkat JKN

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang lansia bernama Tabita (60) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, kini mendapatkan pelayanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dia...

More like this

Khawatir Biaya Operasi Mahal, Lansia di Manokwari Bernapas Lega Berkat JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang lansia bernama Tabita (60) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, kini...

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kebakaran di Jayapura

JAYAPURA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat Dok 08 Jayapura...

Kasus Kekerasan Senior-Junior di SMA Taruna Kasuari Nusantara Manokwari Berakhir Damai

MANOKWARI, LinkPapua.id– Kasus kekerasan fisik antara siswa senior dan junior di SMA Taruna Kasuari...