29 C
Manokwari
Kamis, Februari 12, 2026
29 C
Manokwari
More

    Polemik Honorer Papua Barat, Kabiro Umum Bantah Cabut Laporan Polisi-Ngaku Difitnah

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.com – Kepala Biro Umum Setda Papua Barat, Origenes Ijie, membantah telah mencabut laporan polisi terhadap oknum pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang diduga mengancam dirinya terkait proses pengangkatan tenaga honorer sebanyak 1.002 orang.

    “Hingga saat ini saya tidak mencabut laporan polisi karena antara dari oknum BKD bukan menyerang jabatan sebagai Kepala Biro, tapi menyerang saya pribadi, sehingga berita bahwa saya telah mencabut laporan polisi itu hoaks,” ujarnya saat ditemui ruangan kerjanya, Senin (19/5/2025).

    Dia menjelaskan dirinya dituding menghambat proses pengangkatan honorer dalam tahapan pengumpulan berkas. Bahkan, aksi demonstrasi yang berlangsung baru-baru ini turut memfitnahnya dengan tuduhan menambah 300 nama di luar formasi 1.002 honorer.

    Baca juga:  Di Hadapan Wamentan, Hermus Ungkap Optimisme Swasembada Pangan Manokwari

    “Seruan demontrasi itu cukup brutal dan memfitnah pribadi saya. Padahal, di dalam 1.002 tidak ada sama sekali nama-nama yang berasal dari Biro Umum yang saya rekomendasikan,” katanya.

    Origenes mengklarifikasi bahwa dirinya memang memberikan rekomendasi untuk 200 orang—terdiri dari tenaga keamanan, petugas kebersihan, dan sopir—berdasarkan disposisi dari penjabat gubernur Ali Baham Temongmere dan gubernur sebelumnya, Dominggus Mandacan.

    “Karena mereka memiliki disposisi, makanya saya langsung menyiapkan rekomendasi. Setelah terkumpul totalnya 200 orang, bukan 300 orang. Sehingga jika ada yang mengatakan 300 orang itu fitnah, saya punya data lengkap,” ungkapnya.

    Baca juga:  Pj Ketua TP PKK Papua Barat: Perhatian Orang Tua Penting untuk Masa Depan Anak-anak

    Dia juga menyoroti tindakan oknum BKD yang memfoto dan menyebarkan berkas honorer ke media sosial, hanya satu jam setelah dokumen itu dia serahkan. Menurutnya, perbuatan itu melanggar etika sebagai ASN karena menyebarkan dokumen internal yang bersifat rahasia.

    Dalam proses verifikasi data, Origenes juga menemukan 81 nama bermasalah dalam daftar honorer yang menurutnya tidak layak untuk diproses lebih lanjut. Dia bahkan menemukan adanya rekomendasi yang mencatut nama Kabiro Umum untuk orang-orang yang tidak pernah ia ajukan.

    Baca juga:  Demo Depan Kampus UNIPA, Mahasiswa Tolak Pemekaran Papua Barat

    Origenes berharap laporan polisi yang ia ajukan terus berjalan demi mengungkap pihak-pihak yang mencoba mencemarkan nama baiknya dalam polemik honorer ini.

    “Proses ini terus berjalan dan jika sampai saya menemui bahwa tanda tangan saya dipalsukan, maka saya akan kejar oknum itu sampai dia lepas NIP. Ini sudah merusak nama baik saya sehingga saya harap laporan polisi dapat terus berjalan mengungkap oknum-oknum yang merusak citra nama baik saya dan dapat segera dibersihkan,” ucapnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Pemda Manokwari Kawal Tuntutan Masyarakat Soal Pemanfaatan air Pabrik Semen

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Pemerintah Kabupaten Manokwari memfasilitasi pembahasan penyelesaian aksi pemalangan terhadap PT Conch Papua Cement yang dilakukan oleh kelompok masyarakat...

    More like this

    Pemda Manokwari Kawal Tuntutan Masyarakat Soal Pemanfaatan air Pabrik Semen

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Pemerintah Kabupaten Manokwari memfasilitasi pembahasan penyelesaian aksi pemalangan...

    WRI Indonesia Dorong Ekonomi Hijau Jadi Peluang Baru Masyarakat Papua

    MANOKWARI, LinkPapua.id - World Resources Institute (WRI) Indonesia mendorong penerapan ekonomi hijau sebagai mesin...

    Dominggus Ajak 6 Provinsi di Papua Sinergi Garap Pembangunan Rendah Karbon

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak enam provinsi di tanah Papua...