Wakil Ketua Komisi VII DPR RI: Rp1,4 Triliun Tak Cukup Bangun Papua Barat Daya

Published on

SORONG, LinkPapua.com – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyebut alokasi anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk Provinsi Papua Barat Daya jauh dari cukup untuk membangun daerah otonom baru tersebut.

Menurutnya, besaran anggaran itu tidak sebanding dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan pariwisata di wilayah yang tengah berjuang mengejar ketertinggalan.

“Di daerah-daerah yang biasa saja, bukan Jawa ya, itu anggarannya sudah di atas Rp2 atau Rp3 triliun. Di Jawa bahkan bisa lebih dari Rp10 triliun. Nah, bagaimana Papua Barat Daya hanya diberi Rp1,4 triliun?” ujar Chusnunia dikutip laman resmi DPR RI, Minggu (1/6/2025).

Baca juga:  Rico Sia Dorong Promosi Desa Wisata Dongkrak Pariwisata Raja Ampat

Politisi Fraksi PKB ini juga menyoroti kontribusi besar Papua terhadap perekonomian nasional, termasuk pemasukan fiskal dan devisa negara. Namun, menurutnya, kontribusi itu belum diimbangi dengan perhatian anggaran dari pemerintah pusat.

“Papua ini kirim banyak sekali loh, fiskal ke Indonesia. Kalau cuma dikasih Rp1,4 triliun, mereka bisa lakukan apa?” katanya.

Dia juga menyinggung pentingnya kesiapan destinasi wisata unggulan seperti Raja Ampat, terlebih dengan adanya penerbangan langsung dari Bali. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, Chusnunia khawatir potensi besar itu tak bisa dimanfaatkan maksimal.

Baca juga:  TNI AL Gelar Penghormatan untuk 2 Marinir Gugur di Maybrat, Pastikan Hak Keluarga

“Kalau kita bicara pariwisata, beyond Bali, ya kita harus urus kesiapan Raja Ampat. Kalau anggarannya segitu, bisa lakukan apa?” ucapnya.

Selain pariwisata, pembangunan infrastruktur dasar di Papua Barat Daya masih menjadi kebutuhan mendesak. Sebagai provinsi hasil pemekaran, banyak fasilitas pemerintahan dan pelayanan publik yang harus dibangun dari nol. Dia menilai Sorong memiliki potensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan aktivitas lainnya di kawasan timur Indonesia.

“Namanya tadinya semua di pusat, kemudian pecah. Banyak fasilitas yang harus dibangun. Sorong ini dihadapkan jadi hub apa pun, ekonomi, pariwisata, bidang apa saja. Itu butuh dana besar,” ungkapnya.

Baca juga:  Bulan Kasih, SKK Migas-DPR RI Salurkan Sembako untuk Masyarakat Kota Sorong

Sebagai langkah strategis, Chusnunia mendorong keterlibatan sektor swasta. Ia menyarankan agar pemerintah membuka ruang investasi, termasuk mikro investasi, untuk menutup kekurangan anggaran negara.

“Ya udah deh, kita nggak bisa hanya ngandelin anggaran negara. Coba pikirkan libatkan swasta, dan bahkan mungkin investor besar juga. Kalau jumlahnya tidak banyak, ya kita buka mikro investasi, kenapa tidak?” tutupnya. (*/red)

Latest articles

Pemkab Manokwari Siapkan Digitalisasi Pajak untuk Perkuat PAD

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna menjaga kapasitas fiskal daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik. Bupati...

More like this

Pemkab Manokwari Siapkan Digitalisasi Pajak untuk Perkuat PAD

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna...

Musorprov KONI Papua Barat Belum Dijadwalkan, KONI Pusat :Kami Masih Tunggu Karateker

MANOKWARI, Linkpapua.id-Agenda Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat hingga...

BNPB: Pantauan Satelit Deteksi 36 Titik Panas Karhutla di Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi 36 titik panas kebakaran hutan...