Ekspor Papua Barat dan Papua Barat Daya Kompak Turun di April 2025

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Kinerja ekspor Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya mengalami penurunan pada April 2025. Meski begitu, kedua provinsi masih mencatatkan surplus neraca perdagangan baik dari sisi nilai maupun volume.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Papua Barat mencatatkan nilai ekspor sebesar US$311,38 juta pada April 2025. Angka ini turun 6,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$334,07 juta.

Penurunan ekspor ini terjadi meskipun komoditas utama berupa bahan bakar mineral (HS27) masih mendominasi dengan kontribusi US$310,47 juta atau 99,71 persen dari total ekspor.

Baca juga:  Papua Barat Inflasi 1,11 Persen Juli 2022, Transportasi Penyumbang Terbesar

“Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor Papua Barat terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$ 201,32 juta dengan kontribusi sebesar 64,65 persen,” demikian dikutip dalam laporan resmi BPS, Rabu (4/6/2025).

Sementara itu, impor Papua Barat justru melonjak tajam pada April 2025. Nilainya meningkat 1887,86 persen, dari US$0,24 juta pada Maret menjadi US$4,83 juta. Seluruh impor berasal dari Australia, menjadikannya satu-satunya negara asal impor pada bulan tersebut.

Baca juga:  BPS: Ekspor Papua Barat Anjlok 27,51% di Januari 2026

Dengan kondisi ini, Papua Barat masih mencatat surplus perdagangan senilai US$306,55 juta, dan dari sisi volume, surplus sebesar 630,84 ribu ton.

Di sisi lain, Papua Barat Daya mengalami penurunan ekspor yang jauh lebih tajam. Nilai ekspor anjlok 91,56 persen, dari US$14,64 juta pada Maret menjadi hanya US$1,24 juta pada April 2025.

Penurunan ini terjadi meskipun komoditas ikan dan udang (HS03) tetap menjadi penyumbang terbesar, yakni US$1,11 juta atau 89,46 persen dari total ekspor Papua Barat Daya.

Baca juga:  Pangdam Kasuari Ingatkan Dansat Soal Tantangan Tugas: Harus Punya Leadership

“Jepang merupakan negara tujuan ekspor Papua Barat Daya terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$ 0,34 juta dengan kontribusi sebesar 27,67 persen,” tulis BPS dalam laporan yang sama.

Tidak ada aktivitas impor di Papua Barat Daya selama April 2025, lantaran tidak tercatat dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang masuk.

Dengan begitu, Papua Barat Daya masih mencatat surplus neraca perdagangan senilai US$1,24 juta, dan dari sisi volume, surplus sebesar 0,16 ribu ton. (*/red)

Latest articles

BKMT Papua Barat Temui Manajemen PELNI di Jakarta, Siapkan Rencana Kerja...

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Pengurus Wilayah (PW) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat menemui manajemen PT PELNI (Persero) untuk membahas rencana kerja sama edukasi...

More like this

BKMT Papua Barat Temui Manajemen PELNI di Jakarta, Siapkan Rencana Kerja Sama Edukasi

JAKARTA, LinkPapua.id – Pengurus Wilayah (PW) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat menemui...

Ketua BKMT Papua Barat Novia Utami Audiensi dengan Menag, Serahkan Proposal Sekretariat

JAKARTA, LinkPapua.id – Ketua Umum PW Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat Novia...

Papua Mulai Berperan dalam Kepemimpinan Politik Nasional

FAKFAK, linkpapua.id- Papua mulai menunjukkan peran dalam kepemimpinan politik nasional melalui munculnya sejumlah figur yang...